Anies Baswedan Didatangi Keranda Mayat di Balaikota

  • Whatsapp
IMG 20200803 WA0026
Massa aksi tengah berorasi dan membawa keranda di depan gedung Balaikota DKI Jakarta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnewsm.com Aksi penolakan terhadap Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 237 Tahun 2020 tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan reklamasi Ancol masih terus dilakukan oleh sejumlah masyarakat. Salah satunya adalah Ikatan Kaum Intelektual Bekasi (IKIB).

Koordinator aksi, Ifan menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mencabut pergub tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami menuntut Anies mencabut Pergub Reklamasi Nomor 237 Tahun 2020 tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan Reklamasi Ancol,” kata Ifan dalam aksinya di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020).

Ifan juga mengatakan, bahwa ijin reklamasi tersebut juga bisa menjadi penyebab rusaknya mata pencaharian nelayan, termasuk mereka yang ada di kawasan Bekasi Utara.

“Reklamasi tersebut akan merusak mata pencaharian nelayan dari kawasan Bekasi Utara, dan merusak lingkungan ekosistem laut dan darat,” tegasnya.

IMG 20200803 WA0027
Massa aksi tengah membentangkan spanduk penolakan terhadap ijin reklamasi pantai Ancol Jakarta.

Ia pun mengingatkan bahwa saat Pilkada DKI Jakarta lalu, Anies juga mengumbar janjinya tidak akan melakukan reklamasi apapun di wilayah DKI Jakarta saat ia memimpin. Namun janji tersebut malah diingkari Anies dengan ijin reklamasi yang diberikan kepada Ancol.

“Padahal Anies awalnya berjanji tidak akan melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta, di janji-janji pada saat kampanye Pilgub DKI Jakarta lalu,” paparnya.

Jika Anies Baswedan tidak membatalkan dan mencabut Pergub tersebut, Ifan menyatakan bahwa Anies Baswedan adalah pemimpin tukang ingkar janji.

“Kami sangat menyayangkan Anies Baswedan hanya manis saat janji-janji kampanye, maka kami datang ke sini Balaikota DKI, untuk menagih janji tersebut,” ujarnya.

“Walaupun kami dari kawasan Pantai Bekasi, akan tetapi dampak dari reklamasi Ancol tersebut terasa pada ekosistem laut kami,” tandasnya.

Dalam aksinya, massa juga membawa keranda sebagai wujud ilustrasi bahwa mereka menganggap Anies Baswedan sudah mati rasa.

“Keranda ini wujud Anies mati hati nuraninya dan janji-janjinya,” tutupnya. []

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait