PKL di KBT Belum Bisa Jualan, Thopaz Harap Pemkot Jaktim Atasi Kesusahan Rakyat

  • Whatsapp
thopaz nuhgraha
Thopaz Nuhgraha Syamsul sedang beraudiensi dengan para PKL bersama Pemkot Jakarta Timur di Kantor Wali Kota Jaktim pada hari Kamis 27 Agustus 2020. [foto : Istimewa]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Thopaz Nuhgraha Syamsul mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) dan juga degan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Kanal Banjir Timur (KBT), di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Dalam pertemuan tersebut, semua pihak berwenang agar bisa segera mencari solusi atau jalan keluar bagi para PKL di KBT yang sudah lima bulan lebih tidak dapat berjualan akibat efek dari pandemi COVID-19.

Bacaan Lainnya

“Hari ini saya beraudiensi dengan jajaran eksekutif Jaktim dan juga rekan-rekan perwakilan dari PKL. Saya berpendapat, bahwa Negara harus hadir ke dalam kesusahan-kesusahan masyarakat, dalam hal ini para PKL yang sudah lima bulan tidak berjualan akibat adanya Korona. Sedangkan mereka menggantungkan ekonomi sehari-harinya dari hasil berdagang,” papar Thopaz, Kamis (27/8/2020).

Selain itu, jika mengacu ke Pergub 51 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikatakan di sana adalah ‘pembatasan aktivitas’ bukan ‘meniadakan aktivitas’.

“Jadi saya rasa kalau meniadakan PKL itu salah, seharusnya mengatur, membatasi serta memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan,” ujar nya.

Kemudian, lanjut Thopaz yang juga politisi Gerindra itu mengatakan, ia selaku Anggota Dewan bukan ingin mengambil bagian atau menjadi kontra dengan jajaran eksekutif Jakarta Timur, melainkan hanya memaksimalkan fungsinya sebagai wakil rakyat serta menjadi penyambung suara rakyat khususnya daerah Jakarta Timur.

Dan ingat, lebih jauh Bang Thopaz menambahkan, tahun 1998 saat krisis ekonomi melanda Indonesia, UMKM lah sebagai penyelamat perekonomian.

“Sebenarnya pedagang ataupun UMKM di kita masih ada peluang untuk terus bangkit dan menggerakan roda perekonomian nasional. Karena beberapa sektor kebutuhan impor kan terkendala, nah ini juga bisa dijadikan momentum UMKM kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” pungkasnya. []

Pos terkait