GMNI Sebut Orentasi Politik KAMI Bisa Timbulkan Perpecahan

  • Whatsapp
Ravi Hafids Maheswara
Ketua DPC GMNI Surabaya, Ravi Hafids Maheswara.

Surabaya, Inisiatifnews.com – Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa tanggal 18 Agustus 2020 lalu mendapat tanggapan tersendiri oleh aktivis GMNI Surabaya.

Ketua DPC GMNI Surabaya, Ravi Hafids Maheswara berpendapat bahwa di dalam negara demokrasi memang orang punya hak membuat sebuah perkumpulan seperti halnya KAMI. Namun Ravi meminta keberadaan KAMI sebaiknya diorentasikan pada kinerja nyata, bagaimana memperbaiki kondisi bangsa, dan bukan pada keinginan politik berkuasa.

Bacaan Lainnya

Ravi menjelaskan hampir semua negara di belahan dunia ini sedang bahu membahu menangani persoalan dan dampak pandemi Covid 19, termasuk di Indonesia. Dan langkah pemerintah tersebut mestinya mendapat dukungan dan sinergi semua pihak agar persoalan dan dampak adanya wabah Covid – 19 ini dapat segera teratasi.

“Persoalan dan dampak pandemi ini sangat serius dalam berbagai aspek, butuh gandeng tangan semua elemen bangsa, jangan sebaliknya dieksploitasi pihak tertentu untuk kepentingan pragmatis semata,” kata Ravi, Minggu (6/9/2020).

Saat dimintai pendangannya terkait para tokoh yang menginisiasi dan deklarator KAMI di pusat dan juga yang ada di Surabaya, Ravi mengungkapkan bahwa semua orang pada umumnya bisa membaca sekaligus menganalisa para tokoh tersebut. Sebagian dari mereka adalah tokoh oposisi dan sebagian yang lain secara riwayat politik di tahun 2019 sudah tidak asing.

Sehingga Ravi berharap jangan juga keberadaan KAMI justru menjadi pemicu keretakan antar masyarakat karena pandangan dan persoalan politik yang terlalu dini.

“Terkait dengan keberadaan KAMI sikap DPC Surabaya pada intinya sama dengan apa yang sudah di sampaikan oleh DPP GMNI bahwa sebagai bentuk oposisi partikelir, tentu kita berharap itu gerakan menyelamatkan Indonesia, menyelamatkan rakyat. Bukan gerakan politik kekuasaan,” tegas Ravi.

Seperti diketahui deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah dilaksanakan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa tanggal 18 Agustus 2020 lalu dan secara serentak juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Surabaya.

Deklarasi KAMI dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19. Hadir pada deklarasi tersebut yang juga merupakan tokoh di antaranya Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, MS Kaban. Kemudian Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, dan Jumhur Hidayat. 

Terdapat 8 poin yang mereka tuntut menyangkut situasi politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan HAM serta permasalahan Sumber Daya Alam. [KLD]

Pos terkait