Dianggap Wanprestasi, Pria Ini Digugat ke PN Jakarta Barat

  • Whatsapp
sapta2
Foto : Sapta.

Jakarta, Inisiatifnews.com – PT Tangguh Proteksi Sekuriti Indonesia (TPSI) melalui kuasa hukumnya, Al Marsyadhan menggugat seorang pria berinisial FZ ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Gugatan tersebut dilayangkan lantaran FZ dianggap telah melakukan tindakan wanprestasi terhadap sebuah proyek yang didanai PT TPSI senilai Rp 6 miliar.

“FZ yang diduga lalai dalam memenuhi kewajiban atau prestasi utang-piutangnya kepada Klien kami sejumlah uang sebesar Rp 6.000.000.000,” kata Marsyadhan dalam keterangannya kepada wartawan di PN Jakarta Barat, Rabu (16/9/2020)

Dijelaskan oleh Marsyadhan, bahwa kliennya telah menggelontorkan sejumlah uang tersebut kepada FZ untuk suntikan modal usaha. Karena usaha yang dimaksud tak kunjung ada wujudnya, sehingga kliennya menduga bahwa ada praktik wanprestasi di sini.

“Uang tersebut dipinjamkan oleh klien kami untuk
digunakan sebagai suntikan modal salah satu bisnis atau usaha yang dijalankan oleh saudara tergugat,” jelasnya.

Selanjutnya, Al Marsyadhan juga menyampaikan, bahwa upaya kekeluargaan juga sudah dilakukan oleh kliennya kepada FZ. Hanya saja, sampai saat ini belum ada penyelesaian yang pasti hingga berujung kepada gugatan ke PN Jakarta Barat tersebut.

“Penyelesaian utang-piutang antara klien kami dan saudara tergugat sebenarnya sudah kami usahakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan berulang kali, sejak Tanggal 11 Oktober 2019 atau lebih kurang 11 bulan bahkan ketika gugatan ini, kami ajukan ke Pengadilan. Tetapi sampai detik ini tidak ada i’tikad baik dari tergugat untuk menyelesaikan kewajibanya kepada klien kami,” papar Al Marsyadhan.

Hati-hati berinvestasi

Di sisi lain, Al Marsyadhan juga berpesan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya untuk berbisnis dengan seseorang di Indonesia. Karena yang terpenting sebelum berinvestasi adalah meningkatkan kewaspadaan agar jangan sampai kasus yang menimpa kliennya itu terulang kembali.

“Selain untuk menuntut hak-hak klien kami, gugatan ini juga, mempunyai pesan kepada para calon investor yang nantinya akan melakukan investasi di Indonesia, untuk lebih berhati-hati. Prinsip kehati-hatian mesti menjadi prioritas utama, apalagi previllage atau keistimewaan atas perlindungan para investor masih kurang baik dijalankan,” tuturnya.

Dan terkait dengan kasus itu, Al Marsyadhan pun berharap agar pemerintah dan seluruh komponen yang berwajib untuk melalukan pembenahan iklim investasi di Indonesia.

“Pemerintah sebagai stackholder mesti cepat tanggap dalam melakukan pembenahan terhadap iklim investasi di Indonesia, apalagi kemudahan
berinvestasi mesti dan wajib diikuti dengan perlindungan khusus terhadap para investor yang akan menjadi penompang kemajuan dan pertumbuhan perekonomian kita,” tandasnya.

Terakhir, ia memperingatkan kepada FZ agar segera menuntaskan perkara utang piutang itu sebelum kasusnya diseret lebih jauh di ranah peradilan.

“Meminta kepada saudara tergugat untuk menyelesaikan kewaiban atau prestasinya kepada klien kami sebagai bentuk i’tikad baiknya. Karena klien kami sampai saat ini masih menjadikan penyelesaian secara kekeluargaan atau mediasi di dalam persidangan sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa yang ada,” tutupnya. [REL]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia