Tolak Deklarasi KAMI, Arek Surabaya Sehat Bukan Mau Ditulari Covid-19

  • Whatsapp
tolak deklarasi KAMI
Spanduk penolakan deklarasi KAMI di Surabaya. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Masyarakat Surabaya yang mengatasnamakan diri Surabaya Adalah Kita yang terdri dari 150 organisasi dan komunitas arek Surabaya menyatakan, bahwa mereka menolak agenda deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di kota mereka.

Alasan mereka menolak karena memandang, bahwa para deklarator KAMI adalah kelompok yang merupakan eks pejabat yang dinilai tengah sakit hati dan ingin mencari kekuasaan semata.

Bacaan Lainnya

“KAMI adalah gerakan dari pelacur-pelacur politik, gelandang politik, pecatan dan barisan sakit hati yang berkolaborasi dengan mafia hitam, koruptor dan organisasi terlarang yang berhimpun di HTI,” kata koordiantor Surabaya Adalah Kita, Edy Firmanto dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Aksi deklarasi dan pengerahan massa oleh KAMI tersebut juga dinilai hanya ajang mengadu domba masyarakat saja, serta untuk mendelegitimasi pemerintahan Jokowi-Maruf yang sah.

“Mereka mengedepankan politik adu domba untuk memecah belah persatuan bangsa yang tujuannya jelas ingin merebut kekuasaan dengan cara-cara inkonstitusional,” ujarnya.

Di sisi lain, rencana agenda deklarasi KAMI di Surabaya juga tidak sesuai dengan semangat pemerintah khususnya warga Surabaya untuk menanggulangi wabah COVID-19. Dengan menggelar agenda pengumpulan massa, maka jelas ini sebagai bentuk pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

“Makanya kami gelorakan kampanye menolak deklarasi kelompok tersebut karena warga Surabaya ingin sehat, jangan sampai malah bikin kerumunan,” paparnya.

Kemudian, Edy juga menyampaikan bahwa saat ini warga Surabaya butuh vaksin untuk menjaga imunitas dan menangkal COVID-19, bukan malah penggalangan massa yang justru malah berpotensi menyebarkan virus tersebut.

Tolak deklarasi KAMI, Surabaya itu buruh vaksin COVID, bukan penyabar Covid-19,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Edy bersama dengan elemennya itu menyerukan kepada masyarakat Surabaya untuk mengedepankan rasionalitas dalam penanggulangan COVID-19, dan tidak mudah terprovokasi oleh agenda-agenda politik kekuasaan yang tengah dilancarkan oleh para elite di KAMI tersebut.

“Wong Surboyo ojo gelem diprovokasi bekas pejabat (masyarakat Surabaya jangan mau diprovokasi mantan pejabat -red). Tolak deklarasi KAMI,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa kelompok yang dipimpin oleh Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo dan Rakhmat Wahab berencana menggelar deklarasi KAMI Surabaya di kantor Dewan Harian Daerah (DHD) Gedung Juang 1945 Surabaya. Mereka berencana mengumpulkan 150 orang untuk melakukan kegiatan seremonial tersebut.

Namun kabar terakhir didapat, bahwa pihak gedung menolak kegiatan tersebut lantaran pihak Satuan Tugas COVID-19 (Satgas Covid-19) Surabaya melarang karena dikhawatirkan justru terjadi pelanggaran protokol Covid-19 jika ada agenda pengumpulan massa seperti itu.

Sementara itu, salah seorang pengemudi ojek online (Ojol) di Surabaya bernama Beno mengatakan, bahwa penolakan deklarasi KAMI di Surabaya sangat wajar sekali terjadi. Mengingat saat ini masyarakat Surabaya tengah berjibaku melawan COVID-19.

“Wajar saja kalau kegiatan KAMI menjadi kekhawatiran warga Surabaya. Di saat semua warga gotong royong melawan Covid, kok ini malah membuat kegiatan kerumunan yang membahayakan warga lain,” ujarnya. [RED]

Pos terkait