Kejaksaan Layangkan Surat Panggilan ke Kepala DPMD Terkait Mobil Sigap, Nasib Badrut Di Ujung Tanduk

  • Whatsapp
IMG 20201001 WA0010
Mobil sigap atau mobil sehat Kabupaten Pamekasan.

Madura, Inisiatifnews.com – Kejaksaan Negeri Pamekasan mengirimkan surat panggilan kepada sejumlah saksi dalam kasus pengadaan mobil sigap atau mobil sehat Kabupaten Pamekasan.

Dalam kasus mobil sigap itu, diduga adanya keterlibatan Bupati Pamekasan Badrut Tamam lantaran anggaran pengadaan mobil sehat itu sebesar Rp 35,5 miliar. Namun demikian mobil itu tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dalam surat itu, Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Pamekasan, Ach Faisol dipanggil Kejaksaan untuk hadir dalam sidang kasus mobil sigap, besok.

Dalam kasus itu, yang bersangkutan diminta untuk membawa sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengadaan mobil sigap itu.

“Diminta keterangan, sehubungan dengan adanya laporan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil sigap pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan tahun anggaran 2020,” demikian bunyi surat yang tersebar di kalangan media, Kamis (1/10/2020).

Sebagai informasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, melayangkan hak interpelasi kepada Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Interpelasi yang akan dilakukan oleh DPRD Pamekasan ini, perihal pengadaan mobil sigap untuk 178 desa di Pamekasan.

Selain itu, pengadaan mobil sigap atau mobil sehat Kabupaten Pamekasan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur oleh ormas Gerakan Pemuda Madura (Gapura). Mereka beralasan bahwa pengadaan mobil merek Suzuki APV itu diduga mengandung unsur korupsi. Terutama di branding mobil yang dianggarkan Rp 4 juta per unit.