Andai Pemerintah Hadir, Pasti Pembakaran Bukit Bintang Tidak Akan Terjadi

  • Whatsapp
DSC 3875 scaled
Anggota DPRD Pamekasan, Ali Masykur

Inisiatifnews.Com – Pamekasan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan mengkritisi sikap Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang terkesan diam dalam kasus wisata Kedai Bukit Bintang (KBB).

Kritik itu datang dari anggota DPRD Pamekasan Ali Masykur, yang mengatakan andaikan Bupati dan seluruh stakeholder di Pamekasan mendengar aspirasi para ulama, maka wisata KBB yang ada di Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan Pamekasan, Madura, tidak akan dibakar massa.

Bacaan Lainnya

“Tetapi pemerintah daerah seolah-olah diam. Andai kata kemarin saja Bupati perintahkan satpol PP dan dishub untuk menutup, sebelum ada aksi ya mungkin aman-aman saja untuk aset Bukit Bintang itu tidak akan diapa-apakan oleh massa,” kata Ali Masykur di Pamekasan, Selasa (6/10/2020).

Terlebih lagi, lanjut Ali, beberapa waktu lalu sejumlah pimpinan Ponpes yang berdekatan dengan tempat itu sudah menantangani kesempatan untuk menolak keberadaan wisata KBB itu.

“Karena tidak ditutup lebih awal dan lebih awal massa masuk ke tempat Bukit Bintang ya massa yang berangkat dari desa yang terpencil itu dia tidak tahu dan menghakimi sendiri Bukit Bintang itu,” jelas dia.

“Karena beberapa minggu yang lalu pimpinan ponpes itu memberi maklumat, dan saya yakin keinginan Ponpes itu tidak akan memerintahkan untuk membakar, karena itu kan tidak akan yang saya kalau Kiai-kiai dan ulama itu untuk membakar,” sambung Ali Masykur.

Ali Masykur juga menambahkan, setelah pihaknya melakukan koreksi terhadap izin KBB, ternyata izinnya bukannya untuk wisata akan tetapi izin untuk pendirian caffe.

“Dan setelah komisi I mengecek perizinan ternyata izinnya itu bukan Wisata Bukit Bintang, tetapi caffe Bukit Bintang,” jelas politisi muda PPP ini.

“Dan izinnya tidak sebesar fakta yang ada di lapangan, izinnya itu kecil hanya sejenis caffe gitu, itu sudah melebihi izin. Melebihi izin yang dimohonkan perizinan itu oleh pihak pengusaha itu,” tukas Ali Masykur.

Sebelumnya, ribuan massa membakar sejumlah fasilitas wisata Kedai Bukit Bintang. Diantara dua gazebo yang beratapkan ilalang, sehingga api dengan mudah membesar. Sementara beberapa fasilitas lainnya dirusak dan dipindah dari tempat semula.(*)

Pos terkait