TB Hasanuddin Harap Fadli Zon Tak Obok-obok Jawa Barat

  • Whatsapp
tb hasanuddin
Mayjen (purn) TNI Tubagus (TB) Hasanuddin.

Inisiatifnews.com – Politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin memperingatkan kepada siapapun termasuk petinggi Partai Gerindra, Fadli Zon untuk tidak mengusik tatanan di Provinsi Jawa Barat, dengan sok-sokan mengusulkan nama baru untuk Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

Menurut pria yang karib disapa Kang Hasan itu, usulan semacam itu hanya bentuk gorengan isu yang bisa memperkerus suasana dan tatan sosial semata.

Bacaan Lainnya

“Saya melihat usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda ini ada kecenderungan digoreng,” cetus Kang Hasan, Kamis (12/11/2020).

Kang Hasan mempertanyakan maksud dari pihak-pihak yang menyerukan pergantian nama Provinsi Sunda. Bahkan ia menduga ada kepentingan lain dibalik usulan yang tiba-tiba dimunculkan itu.

“Ada tujuan apa, apakah ada kepentingan politik?,” tukasnya.

Hasanuddin memandang untuk mengganti nama suatu provinsi harus melihat banyak aspek yang perlu dipertimbangkan. Terlebih kata dia, tak semua warga yang tinggal di Jawa Barat adalah orang Sunda dengan mengingat penduduk Jawa Barat tersebut terdiri dari banyak etnis dan suku.

“Hal ini harus dipertimbangkan, harus jelas alasannya mengapa nama Provinsi Jabar harus diganti menjadi Provinsi Sunda. Tak semudah membalikkan telapak tangan,” tutur Kang Hasan.

Lebih lanjut, Kang Hasan menilai bahwa saat ini yang menjadi substansi bagi rakyat Jawa Barat adalah bagaimana bangkit setelah terpuruk dihantam oleh pandemi COVID-19.

Selain itu, imbuh dia, ketimbang mengganti nama, Jabar masih memiliki sejumlah permasalahan diantaranya tingkat pengangguran yang masih tinggi, pendidikan yang belum memadai dan fasilitas kesehatan yang perlu ditingkatkan.

“Meningkatkan kesejahteraan rakyat Jabar itu yang lebih utama ketimbang mengganti nama. Sudahlah, jangan obok-obok Jabar,” tegasnya.

Ia menambahkan, seandainya ada kehawatiran beberapa orang tentang meredupnya seni dan budaya Sunda, tak ada jaminan juga akan serta merta menguat ketika nama Jabar diganti dengan Sunda.

“Menjaga tata nilai, seni dan budaya sunda sebaiknya dilakukan melalui program program empowering kesundaan oleh seluruh warganya,” tandasnya.

Fadli Zon usul Provinsi Jabar diganti jadi Provinsi Pasundan

Perlu diketahui, bahwa anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon mendukung aspirasi beberapa tokoh masyarakat yang menginginkan adanya perubahan nama dari Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

Menurutnya, pengembalian nama Provinsi Sunda sangat memungkinkan terjadi, apalagi keinginan ini di lahir dari aspirasi masyarakat Jawa Barat.

Selain itu, kemungkinan perubahan nama tersebut dipengaruhi juga oleh riwayat sejarah panjang serta bukti peninggalan sejarah di masa Kerajaan Mataram dan Pajajaran yang menjadi cikal bakal terbentuknya wilayah Tatar Sunda.

“Tanah Sunda atau Negeri Pasundan ini salah salah satu yang mempunyai sejarah yang cukup tua. Dari berbagai peninggalan artefak arkeologis yang berhasil ditemukan dan diidentifikasi bahwa Tatar Sunda sudah ada sejak abad ke-4, abad ke-2, atau bahkan ada sebelum masehi seperti arca domas di Bogor itu berusia sekitar 5.000 tahun yang lalu,” ujarnya usai menjadi narasumber dalam Kongres Sunda di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/11).

Ia menuturkan, berdasarkan fakta sejarah di masa lampau, telah ada istilah kepulauan Sunda Besar dan kepulauan Sunda Kecil.

Bahkan, kata dia, Negara Pasundan pernah dipimpin oleh dua presiden.

“Jadi saya kira kalau sekarang ada aspirasi menggunakan nama Pasundan atau Sunda sebagai provinsi itu justru memperkuat kebhinekaan kita karena ada sejumlah provinsi yang juga menggunakan nama suku, nama etnis,” ucapnya. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait