Setelah Para Petinggi Polri Dimutasi, Kini Giliran Kepala KUA Tanah Abang Dicopot

  • Whatsapp
IMG 20201123 143710
Kantor KUA Kelurahan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Inisiatifnews.com – Acara kepulangan hingga pagelaran Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan Syarifah Najwa binti Rizieq dengan Sayyid Irfan Alaydrus berjalan dengan lancar.

Namun di balik itu, ada kenestapaan beberapa pejabat negara dan pemerintahan.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, sebelumnya dua orang Kapolda yakni Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat serta Kapolres Metro Jakarta Pusat dimutasi oleh Kapolri karena dianggap lalai mengantisipasi pelanggaran protokol kesehatan di acara Habib Rizieq itu.

Dan sekarang, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Sukana pun juga dicopot dari jabatannya usai dianggap mengabaikan ketentuan protokol kesehatan saat menjalankan tugas pencatatan pernikahan anak Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Najwa Rizieq Shihab dan Muhammad Irfan di Petamburan, Sabtu (14/11) lalu itu.

Kabar pencopotan Sukana ini dibenarkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. Ia mengatakan bahwa Sukana per hari ini tidak lagi menjabat sebagai Kepala KUA Tanah Abang.

“Sukana mulai hari ini tidak lagi mendapat mandat tugas tambahan sebagai Kepala KUA. Sukana dimutasi sebagai penghulu di Kemenag Jakarta Pusat,” kata Kamaruddin dalam keterangannya, Senin (23/11/2020).

Kamaruddin mengatakan keputusan tersebut diambil setelah tim yang dibentuk Itjen Kemenag melakukan proses investigasi terkait insiden acara pernikahan puteri Habib Rizieq tersebut.

Ia menegaskan keputusan tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Agama Fachrul Razi yang memprioritaskan penerapan protokol kesehatan jajaran Kemenag dalam bertugas. Hal itu wajib dilakukan demi menghindari penularan Covid-19 dalam melakukan pelayanan.

“Kepala KUA Tanah Abang dinilai mengabaikan ketentuan terkait protokol kesehatan dalam tugasnya. Padahal sudah diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor: P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Pelayanan Nikah menuju Masyarakat Produktif Aman Covid,” kata Kamaruddin.

Sebelumnya, Kementerian Agama juga telah memutasi Kepala Kantor Kemenag Jombang melalui Surat Keputusan Menteri Agama N032232/B.II/3/2020 tanggal 26 Oktober.

Sanksi disiplin ini diberikan setelah Kepala Kankemenag Jombang menggelar pesta pernikahan yang menyebabkan kerumunan pada 4 Oktober 2020.

Petamburan ditetapkan menjadi klaster penyebaran Covid-19 setelah Rizieq menggelar berbagai acara yang menimbulkan kerumunan.

Rizieq tak hanya menerima tamu setelah kembali dari Arab Saudi, namun turut menggelar akad dan resepsi pernikahan puterinya dengan massa yang besar. []

Pos terkait