Para Kiai se-Jakbar Desak Aparat Tegakkan Hukum Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
IMG 20201127 191300
Istimewa.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Maraknya acara keagamaan yang mendatangkan kerumunan orang dengan jumlah yang tak terkontrol di tengah situasi pandemi COVID-19 sudah menjadi momok tersendiri.

Kegiatan-kegiatan semacam itu jelas berpotensi menyebabkan munculnya klaster baru Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hal ini yang pada akhirnya menimbulkan keprihatinan tersendiri oleh sejumlah ustadz, kiai dan tokoh masyarakat di Jakarta Barat.

Ketua Aliansi Kyai dan Tokoh Masyarakat Jakarta Barat, KH Yusuf Ismail mengatakan, bahwa jelas meningkatnya kasus COVID-19 terjadi karena abainya masyarakat untuk menghindari kerumunan.

“Semakin tingginya kasus positif Covid-19 antara lain disebabkan banyaknya acara yang menyebabkan kerumunan dalam minggu-minggu terakhir ini,” kata Kiai Yusuf di Majelis Taklim Mathlaul Huda, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (27/11/2020).

Oleh karena itu, ia pun betul-betul mengimbau kepada masyarakat luas, siapapun orangnya maupun latar belakangnya, agar saling disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

“Untuk itu kami menyesalkan terjadinya kerumunan tersebut dan menghimbau masyarakat menghindarinya serta taat terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia juga menyerukan kepada par tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar menahan diri untuk tidak menggelar acara apapun yang berpotensi mendatangkan massa dengan jumlah yang besar.

“Mohon kepada para tokoh agama agar tidak menyelenggarakan acara yang mengundang banyak orang, sehingga menimbulkan kerumunan yang rawan penularan Covid-19,” tuturnya.

Bagi Ulama yang juga Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta Barat itu, bahwa sebagai tokoh umat dan tokoh masyarakat, sudah sepatutnya memberikan contoh yang baik. Apalagi persoalan penerapam protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 ini juga menjadi tanggung jawab bersama.

“Tokoh agama seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan”, tandasnya.

Terakhir, ia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk tegas dalam menindak para pelanggar protokol kesehatan.

“Kami juga mendesak aparat keamanan agar jangan ragu memberikan sanksi yang tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan,” tutupnya. [RED]

Pos terkait