SAPMA PP Ingatkan, Siapapun Ganggu Kesatuan Berarti Nyatakan Perang

  • Whatsapp
IMG 20201129 081604
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Sapma Pemuda Pancasila Provinsi Banten, Chandra Ariandika.

Inisiatifnews.com – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Sapma Pemuda Pancasila Provinsi Banten, Chandra Ariandika menyatakan bahwa pihaknya tetap komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia.

“Kami dari Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Wilayah Banten dengan setia akan berada di barisan terdepan dalam menjaga kesatuan berbagai lapisan Masyarakat Banten,” kata Chandra dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (29/11/2020).

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan untuk merespon maraknya gangguan sosial di tengah Masyarakat yang melibatkan kelompok keagamaan, baik itu terjadi di Jakarta yang pada akhirnya merembet dalam perkembangan sampai ke beberapa daerah.

Bagi Chandra, situasi polemik di Jakarta sangat rentan berdampak kepada masyarakat di kawasannya.

“Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap kejadian yang terjadi di Jakarta dengan mudah masuk ke Banten,” ujarnya.

Chandra juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengutuk seluruh bentuk kekerasan fisik maupun verbal dengan menggunakan atribut agama apapun di Indonesia.

“Mengutuk dan menolak dengan keras penggunaan simbol-simbol agama dalam setiap kegiatan dan aksi yang dilakukan kelompok yang mengatasnamkan Agama,” tegasnya.

Dan ia juga mendesak kepada aparat Kepolisian untuk berani menindak tegas para pelakunya.

“Meminta aparat penegak hukum untuk memproses kasus-kasus hukum pelanggaran yang dilakuakan oleh kelompok keagamaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Chandra juga berharap besar agar pemerintah pun memiliki sikap tegas kepada kelompok masyarakat manapun di Indonesia yang nyata-nyata mengganggu stabilitas nasional, dengan menggesek sentimen rasial tertentu.

“Juga mendorong pemerintah bersikap tegas kepada kelompok yang nyata-nyata mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, juga melecehkan suku agama dan ras,” ucapnya.

Terakhir, Chandra pun menginstruksikan kepada seluruh anggota SEPMA PP di wilayah Banten untuk memberikan nasehat kepada Front Pembela Islam (FPI) pada khususnya, agar tidak mengganggu stabilitas wilayah dengan dalih revolusi akhlak Habib Rizieq.

“Setiap Anggota SAPMA PP khususnya di Wilayah Banten, harus memberikan peringatan kepada FPI terkait munculnya seruan revolusi akhlak dan revolusi jihad yang digadang-gadangnya karena dapat merongrong persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” terangnya.

Karena menyatakan revolusi akhlak tapi dengan merusak persatuan dan kesatuan, maka itu bukan jihad melainkan mengajak perang dengan pemerintah dan rakyat.

“Pasalnya, ajakan atau himbauan dari kelompok apapun yang dianggap berbahaya buat persatuan, ini dinilai merupakan sikap menyatakan perang dengan pemerintahan dan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. [RED]

Pos terkait