GP Ansor Pamekasan Sebut Ada Keterlibatan FPI dalam Penggerudukan Rumah Ibunda Mahfud

  • Whatsapp
massa rizieq kepung rumah mahfud md
Massa simpatisan Habib Rizieq kepung rumah ibunda Mahfud MD di Pamekasan, Madura.

Inisiatifnews.com – Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Pamekasan, Syafiuddin menyatakan bahwa ada keterlibatan ormas Front Pembela Islam (FPI) dalam aksi pengepungan rumah ibunda Mahfud MD di Bugih, Pamekasan, Madura hari Selasa (1/2) kemarin.

“Ada yang berbaju FPI, ada yang bawa bendera juga, ya mereka nyata-nyata bela Habib Rizieq,” kata Syafiuddin kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

Bacaan Lainnya

Ia menyatakan bahwa FPI tidak bisa mengelak lagi jika menyebut mereka tidak terlibat dan tak bertanggungjawab dalam aksi penggerudukan rumah ibunda Mahfud MD. Hal ini dikatakan Syafiuddin terlihat di beberapa video yang beredar, bahwa memang ada atribut ormas bentukan Habib Rizieq tersebut di sana.

“Mau mengelak bagaimana, unsur itu memang ada, secara atribut FPI memang ada, bisa dilihat juga di video,” tegasnya.

Namun, Sekertaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar membantah bahwa ormasnya terlibat di dalam aksi brutal tersebut.

“Kami tidak terlibat, tidak benar,” kata Aziz ketika dikonfirmasi, Kamis (3/12).

Perlu diketahui, bahwa ratusan orang dengan menumpangi truk dan kendaraan roda empat lainnya berbondong-bondong menggeruduk rumah ibunda Mahfud MD. Mereka dikabarkan datang usai menggelar aksi simpatik kepada Habib Rizieq di Mapolres Pamekasan.

Mereka sampai menaiki pagar rumah dan menggedor-gedor pintu rumah di mana ibunda Mahfud MD yang berusia 90 tahun itu berada di dalamnya. Kondisi ini membuat takut pemilik rumah sekaligus warga sekitar yang juga kaget melihat ulah demonstran simpatisan Habib Rizieq itu.

Berdasarkan kesaksiannya, Siti Marwiyah menceritakan, saat gerombolan massa menggeruduk rumah, ibundanya tengah istirahat selepas sholat dzuhur.

“Ketika ada demo, sempat ketakutan, kebetulan usianya sudah 90 tahun. Di rumah ini juga ibu ditemani kakak saya, usianya 70 tahun juga, dan perawat. Kaget dan ketakutan karena ramai sampai gedor-gedor pintu dan naik pagar,” cerita Siti Marwiyah shubuh tadi di kediaman ibundanya, Rabu (2/12).

Kakak kandung Mahfud MD, Ibu Mai, juga bercerita, bahwa ibunya sempat memeluknya karena ketakutan melihat banyak orang berteriak semacam itu.

“Orang banyak pakai sarung, penuh di depan sampai ke jembatan. Tapi 10 menit, alhamdulilah Pak Kapolres datang,” tuturnya.

Pos terkait