Ini Kronologi Baku Tembak Polri dengan FPI versi Kapolda Metro Jaya

  • Whatsapp
WhatsApp Image 2020 12 07 at 12.55.46
Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya melakukan konferensi pers usai penindakan para laskar FPI. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadli Imran memberikan keterangan persnya terkait dengan insiden baku tembak antara anggota Polri dengan laskar Front Pembela Islam (FPI) pada hari Minggu (6/12) malam.

“Pada pukul 00.30 WIB di jalan tol Jakarta Cikampek di kilometer 50, telah terjadi penyerangan petugas yang sedang tugas melakukan penyelidikan, terkait pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang akan dilakukan hari ini,” kata Irjen Pol Fadli di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12/2020).

Bacaan Lainnya

Penyerangan Kepolisian ini dikatakan Irjen Pol Fadli, bahwa pihaknya mendapatkan informasi akan ada upaya pengerahan massa aksi dalam agenda pemeriksaan Habib Rizieq dan Habib Hanif di Mapolda Metro Jaya, yang seharusnya diagendakan hari ini.

“Berawal dari informasi yang kami dapat dari berbagai pihak bahwa akan terjadi pengerahan massa pada saat MRS akan dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Mendapati informasi tersebut, tim Kepolisian langsung melakukan pengintaian untuk memastikan kebenaran tersebut. Namun dikatakan jenderal polisi bintang dua itu, tiba-tiba anggotanya mendapatkan penyerangan dari laskar FPI yang disebut-sebut tengah mengawal rombongan Habib Rizieq. Penyerangan kata Kapolda dilakukan menggunakan senjata api dan senjata tajam yang dibawa oleh laskar.

“Terkait hal tersebut, kami lakukan penyelidikan informasi tersebut, dan ketika anggota PMJ (Polda Metro Jaya -red) mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet dan diserang menggunakan sajam dan senpi,” jelasnya.

WhatsApp Image 2020 12 07 at 12.55.47
Barang bukti yang disebut milik laskar FPI.

Karena mendapati serangan yang berpotensi membahayakan keselamatan nyawa, untuk itu para anggota Kepolisian yang terlibat langsung melakukan upaya tegas dan terukur.

“Anggota yangf terancam keselamatan jiwanya, dan kami melakukan tindakan tegas terukur, sehingga kelompok yang diduga pengikut MRS ada 10 orang tersebut, dan 6 orang meninggal dunia, 4 orang melarikan diri,” imbuh Irjen Pol Fadli. []

Pos terkait