Ulama Banten Siap Jaga Keamanan dan Ketertiban Nasional

  • Whatsapp
Muhammad Asfarin Fajri
Pimpinan Pondok Pesantren Ashabul Maimanah, Ustadz Muhammad Asfarin Fajri.

Inisiatifnews.com – Pimpinan Pondok Pesantren Ashabul Maimanah, Ustadz Muhammad Asfarin Fajri menyatakan, bahwa pihaknya siap ikut serta dalam ikhtiar menjaga kemanan dan ketertiban nasional dengan rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di wilyah Provinsi Banten.

Ia mengatakan bahwa upaya tersebut merupakan dari bentuk tanggung jawab dan kewajiban bagi setiap orang yang menjadi warga negara yang baik dan juga memang merupakan tuntunan kewajiban bagi setiap pemeluk agama islam yang benar, termasuk dirinya.

“Sebagai warga negara yang baik dan sudah menjadi tuntunan agama Islam, saya siap berperan dalam menjaga kemanan dan ketertiban karena saya cinta kepada NKRI khususnya di mana kaki saya berpijak, yaitu Provinsi Banten,” kata Ustadz Asfarin, Selasa (15/12/2020).

Di sela silaturahmi dan perbincangan yang dilakukan di Ponpes Ashabul Maimanah Kota Serang Banten beberapa hari yang lalu perihal menyikapi adanya beragam isu-isu yang menuai provokasi antar umat beragama, ia merasa ikut prihatin bila sampai ada masyarakat yang ikut termakan isu-isu dan provokasi dari pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang telah beredar di banyak media sosial.

“Saya sangat prihatin sekali jika masih ada orang yang bisa termakan isu-isu provokasi yang ada di media sosial, padahal jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Menurut Ustadz Muhammad Asfarin Fajri, memang telah banyak terjadi perubahan pola pikir masyarakat sejak semakin canggihnya teknologi yang bisa digunakan dengan mudah seperti saat ini, sehingga daya saring masyarakat yang haus akan informasi menjadi kurang bijak sehingga apa yang sudah dilihat dan didengar dapat diartikan langsung tanpa harus memahami dengan jelas edukasi dari informasi tersebut.

Dan lebih sangat disayangkan lagi adalah masalah-masalah yang tidak seharusnya terjadi dapat diakses dengan mudah oleh kaum muda yang masih perlu banyak belajar dan memahami konteks keilmuan yang sebenarnya.

“Teknologi sekarang semakin canggih, sehingga orang dengan mudah mendapatkan informasi sehingga daya saring masyarakat tidak lagi memperhitungkan dengan bijak nilai edukasinya, apalagi yang rentan terjadi di kaum pemuda yang masih labil dan butuh banyak belajar dan memahami konteks keilmuan secara tuntas, bukan sepotong-sepotong,” sambung Ustadz Asfarin.

Terakhir, ia sebagai Pimpinan Ponpes Ashabul Maimanah, berpesan kepada masyarakat khususnya di wilayah Provinsi Banten untuk tidak mudah terprovokasi dari isu-isu di media sosial.

“Harus ketahui dulu akar permasalahan dengan jelas dan lengkap ataupun biasakan diri untuk bertanya kepada orang yang lebih memahami ilmunya sebelum berbuat sesuatu,” tutupnya. [REL]