Komunitas Kiai dan Santri Cianjur Dukung Polri Tegakkan Hukum Secara Adil

  • Whatsapp
komunitas kyai dan santri cianjur cinta damai
Komunitas 'Kyai dan Santri Cianjur Cinta Damai' menggelar talk show, di Pondok Pesantren Al Riyadl, Cianjur, Jawa Barat, pada hari Selasa 22 Desember 2020.

Cianjur, Inisiatifnews.com – Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Komunitas Kyai dan Santri Cianjur Cinta Damai menggelar talk show sekaligus menyatakan mendukung adanya pertemuan antara Pemerintah dengan para Habaib.

Apalagi, ada sebuah kekhawatiran tersendiri dari kalangan Ulama dan Santri terhadap persoalan yang terjadi akhir-akhir ini, seperti halnya dengan maraknya informasi hoaks hingga peristiwa baku tembak di Tol Jakarta – Cikampek KM 50 yang menewaskan 6 Laskar FPI saat mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) awla bulan lalu.

“Kami mendukung jika ada pertemuan para tokoh khususnya para Habaib agar peristiwa tersebut bisa clear, agara masyarakat bisa tenang dan nyaman, tidak termakan isu-isu yang tidak benar,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Al Riyadl, KH Pipin S Arifin di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/12/2020).

Kiai Pipin juga menyampaikan, bahwa para ulama da tokoh agama serta para Habaib mengharapkan agar aparat penegak hukum baik dari unsur TNI maupun Polri untuk menuntaskan persoalan hukum secara adil di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan rasa damai di kalangan masyarakat.

Jika memang ada kelompok tertentu yang merasa terdzalimi, sebaiknya diselesaikan dengan jalur hukum yang berlaku di Indonesia, tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis yang justru malah menciptakan kerusakan dan disintegrasi bangsa yang lebih besar lagi.

“Sebagai warga negara harus taat hukum, dan ikuti prosuder hukum yang ada. Sebab, Indonesia ini bukan negara bar-bar dan kelompok yang merasa terdzolimi ya harus legowo ikuti prosedur yang ada, bila perlu lawyer yang turun tangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kiai Pipin pun menyerukan kepada seluruh pihak baik individu maupun kelompok masyarakat tertentu agar sebisa mungkin menahan diri, setidaknya menahan dari pengaruh informasi-informasi yang sesat dan menjerumuskan.

“Dengan kondisi ini, diharapkan semua kelompok, baik itu ormas, untuk menahan diri jangan termakan isu atau hoaks,” pungkasnya.