Pemerintah Diminta Tegas Bubarkan Ormas Radikal, Termasuk FPI

  • Whatsapp
IMG 20201225 WA0030
Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme membacakan deklarasi di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (25/12).

Inisiatifnews.com – Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme mendesak pemerintah segera membekukan serta membubarkan seluruh organisasi masyarakat (Ormas) yang menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuannya. Khususnya, ormas yang sudah menolak bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negaranya.

Koordinator Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme Denden Nur Mushoffa menyatakan, salah satu ormas yang bikin resah adalah Front Pembela Islam (FPI).

Bacaan Lainnya

“Beberapa aksi FPI sudah banyak menimbulkan kerugian, bisa merusak disintegrasi bangsa kita, bila pemerintah tidak secepatnya membubarkannya, sentimen agama dan rasial yang dibawa FPI bukan tidak mungkin membuat rakyat Indonesia terprovokasi yang akhirnya menimbulkan konflik horizontal,” ujar Denden saat membacakan deklarasi di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (25/12).

Ditegaskannya, Indonesia yang bersistem demokrasi Pancasila memang tidak cocok untuk para fundamentalis yang menginginkan kesamaan agama, ideologi, dan sistem. Negara Indonesia adalah negara pluralitas dan majemuk. Anarkisme bukanlah simbol demokrasi.

“Tapi, saya rasa FPI belum bisa mengerti apa itu demokrasi serta keaneragaman budaya, sosial ataupun agama, karena hanya orang-orang yang bisa berpikir jernih dan rasional yang bisa mengerti.Bukan orang-orang yang bertindak secara emosional dan bar-bar,” kecamnya.

Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme mengajak pemuda pemudi se-Jawa Barat terus memberi dukungan terhadap pemerintahan dan aparat penegak hukum, baik Kepolisian dan TNI dalam upaya menghadapi ancaman disintegrasi bangsa oleh kelompok radikal, intoleran, teror dan separatis.

Acara deklarasi dan pembacaan sikap dihadiri oleh 15 pemuda dari berbagai organisasi dan komunitas ini menghasilkan beberapa rekomendasi kepada pemerintah untuk dijadikan pertimbangan dan keputusan yang harus secepatnya direspon.

Dalam kegiatan ini, Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme menyatakan sikap dan deklarasi dalam upaya mendukung NKRI dan aparat dalam memerangi kelompok maupun ormas randikal dan intoleran yang ditandatangani unsur pemuda pemudi dan berbagai komunitas di Sumedang.

Pertama, Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak terprovokasi berbagai kasus kekerasan hingga terorisme yang mengatasnamakan agama. Apalagi dalam agama atau kepercayaan manapun tidak mengajarkan terorisme dan radikalisme.

Kedua, Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme menegaskan dukungan dan desakan kepada pemerintah khususnya pihak keamanan untuk mengambil langkah yang tegas serta cepat dalam menangani kelompok intoleran, terorisme, radikalisme, separatisme dan gerakan apapun yang merusak nilai- nilai kemanusiaan Pancasila. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala jenis gerakan radikal dan memperkuat persatuan kesatuan demi keutuhan NKRI yang kita cintai.

Ketiga, Aliansi Pemuda Sumedang Anti Radikalisme mendorong pemerintah bertindak tegas membubarkan kelompok maupun ormas yang terindikasi radikal, intoleran dan bertentangan dengan ideologi negara Pancasila.

Keempat, mengajak masyarakat untuk bisa menghindari berita-berita palsu yang bisa menyebabkan keresahan hingga kekerasan di masyarakat.

“Kami percaya aparat keamanan kita mampu menuntaskan berbagai kasus intoleransi, terorisme, radikalisme dan kekerasan atas nama apapun. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersatu padu menangkalnya, termasuk di dunia maya saat ini,” kata dia. (JUN)

Pos terkait