Polisi Proses Hukum Kasus Lakalantas Maut di Jaksel Sampai Bantu Cairkan Asuransi

  • Whatsapp
Sambodo Purnomo Yogo
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo.

Inisiatifnews.com – Insiden maut terjadi di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada hari Jumat (25/12) siang hari lalu. Sebuah mobil merek Toyota Innova yang dikemudikan oleh anggota pengamanan Obvit Polda Metro Jaya Iptu Imam Chambali (ICH) menabrak beberapa pengendara motor hingga satu orang dinyatakan tewas.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, mobil Toyota Innova bernomor polisi B 2159 SIJ melintas di lajur kanan. Namun tampak sebuah mobil Hyundai berkelir hitam dengan nomor polisi B 369 HRH yang dikemudikan seorang pria bernama Handana RH (H) menyenggol mobil anggota Polisi tersebut dari arah samping kiri. Insiden ini pun membuat Toyota Innova warna silver itu keluar jalur dan menabrak beberapa pengendara motor yang melaju di jalur arah berlawanan.

Bacaan Lainnya

Akibat dari insiden tersebut, tiga pengendara motor yang ditabrak, satu orang diantaranya dikabarkan meninggal dunia atasnama Pinkan Lumintang yang berusia 30 tahun.

Polisi Tetapkan H Sebagai Tersangka

Dalam insiden tersebut, tim penyidik dari Polda Metro Jaya dikabarkan telah menetapkan pengendara mobil Hyundai sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Jalan Raya Ragunan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. Ia menyebut bahwa berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan, maka H adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam insiden ini.

“Kesimpulan dari hasil penyelidikan, yang kemudian disimpulkan dalam hasil gelar perkara bahwa kami Penyidik Laka Ditlantas Polda Metro Jaya, menetapkan saudara H sebagai pengemudi Hyundai sebagai tersangka dari kasus kecelakaan ini,” kata Sambodo, Sabtu (26/12/2020).

Ia menyebut, identitas pengemudi Hyundai hitam tersebut adalah pria berusia 25 tahun. Dan ia adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan Bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Bahwa tersangka H ini berumur 25 tahun dan benar dia merupakan karyawan bank BUMN,” jelasnya.

Saat ini proses hukum masih berlanjut. Dan H dijerat dengan Pasal 311 ayat (5) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Di mana setiap orang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara yang membahayakan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, maka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

“Kami sangkakan Pasal 311 ayat 5 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” terang Sambodo.

Rekaman CCTV insiden maut antara pegawai Bank BUMN dengan anggota Polisi yang tewaskan pengendara motor di Jakarta Selatan (Jaksel).

Polisi Pastikan Keluarga Korban Laka Maut Dapat Santunan

Kemudian, Sambodo juga menyampaikan, bahwa keluarga Pinkan Lumintang (30) yang merupakan korban tewas kecelakaan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, segera mendapat santunan.

Pihak kepolisian membantu proses pencairan santunan dari Jasa Raharja sesegera mungkin.

“Asuransi Jasa Raharja segara mungkin akan kita sampaikan kepada pihak korban,” ujar Sambodo.

Sambodo menambahkan bahwa pihak penyidik dari Polda Metro Jaya juga telah menghubungi keluarga korban untuk pencairan asuransi tersebut.

“Dari pihak korban hingga tadi malam, jenazah sudah diambil ya oleh keluarga. Kemudian dari pihak penyidik kami juga sudah menghubungi ke pihak korban,” tambahnya.

Sambodo mengatakan pihaknya akan berlaku adil dalam menyelidiki kecelakaan meskipun melibatkan anggota polisi sebagai pelakunya. Ia menegaskan pihaknya tidak akan berpihak pada siapa pun dalam menangani kecelakaan yang melibatkan Aiptu ICH ini.

“Walaupun ini anggota Polri, tapi kita akan seadil-adilnya dan kita akan sampaikan kepada masyarakat secara benar, secara adil dan tidak memihak kepada siapa pun,” imbuh Sambodo.

Pos terkait