Uki Dorong Hidayat Nur Wahid dan Geisz Chalifah Diproses Hukum

  • Whatsapp
dedek prayudi
Juru bicara PSI, Dedek "Uki" Prayudi.

Inisiatifnews.com – Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek “Uki” Prayudi merasa gerah dengan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid dan Komisaris Ancol Geisz Chalifah.

Menurut Uki, keduanya perlu diproses secara hukum agar tidak terus melakukan provokasi kepada masyarakat melalui akun sosial media mereka.

Bacaan Lainnya

“Bapak-bapak tua yang menyebarkan kebohongan kepada orang lain dengan tujuan menghasut memang selayaknya diproses,” kata Uki, Minggu (24/1/2021).

Ia secara spesifik menyebut kasus kerusakan kabel listrik di Underpass Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai bentuk sabotase dari kelompok oposisi dari pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

“Iya, dua orang bapak-bapak @hnurwahid & @GeiszChalifah yang sudah membuat premis bahwa ada sabotase dan dengan keji menghakimi seolah itu ulah oposisi di DKI,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa di akun Twitter Hidayat Nur Wahid, ia menyinggung tentang pemberitaan adanya dugaan sabotase di dalam kasus perusakan kabel listrik.

Wakil Ketua MPR itu meminta agar ada penegakan hukum agar kasus sabotase yang ia sebutnya itu tidak kembali terulang.

“Upaya Gub @aniesbaswedan Cegah Banjir di Ibu Kota Kembali Disabotase, Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas Dipotong Lagi. Polisi perlu segera tangkap dan hukum keras pelakunya. Agar “teror dan sabotase” yg membahayakan keamanan warga tak terulang lagi,” tulis @hnurwahid, Kamis (21/1).

Sementara itu, loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah juga melontarkan narasi bahwa ada upaya sengaja dari kelompok yang tidak suka dengan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Setelah halte2 trans Jakarta yg keren mereka bakar lalu diperbaiki Anies hanya dalam hitungan hari. Kebiadaban mrk tak berhenti, kabel2 pompa air mereka potong agar JKT banjir. #KaumODBiadab #KaumODBiadab,” tulis @GeiszChalifah, Kamis (21/1).

Sementara itu, Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, memastikan bahwa pemutusan kabel listrik di Underpass Dukuh Atas, Tanah Abang, bukan sabotase. Pihaknya sudah mengecek rumah pompa di underpass itu karena sempat beredar isu sabotase.

“Tapi, ini sepertinya perbuatan orang iseng. Di sini juga dijadikan tempat bermain skateboard dan ada juga PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial),” ucap Irwandi di Jakarta, Jumat (22/1).

Menurut dia, percobaan pencurian kabel sudah dua kali terjadi di Rumah Pompa Dukuh Atas. Kejadian pertama terjadi pada pertengahan 2020.

“Kita juga akan bangun posko keamanan dari pihak Bina Marga, Satpol PP, dan Polsek,” terang Irwandi.

Di sisi lain, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Bina Marga Jakarta Pusat Rakim Sastranegara menerangkan sampai saat ini motif putusnya kabel di rumah pompa Dukuh Atas belum diketahui. Kabel yang dipotong, yakni sambungan dari meteran listrik ke pompa.

“Tidak ada barang hilang, masih percobaan pencurian. Ini sudah dua kali kejadian. PLN mau memindahkan kabel ke rumah pompa,” ungkap Rakim. []


Pos terkait