Kapolda Fadil Imran Dapat “Suntikan” Semangat dari JATMI

  • Whatsapp
kapolda metro jaya dan jatmi
Kapolda Metro Jaya saat menerima silaturrahmi dari DPP JATMI. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Hari ini, perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (DPP JATMI) mendatangi Mapolda Metro Jaya. Dalam kegiatan tersebut, mereka bermaksud untuk memberikan dukungan moril kepada Irjen Pol Muhammad Fadil Imran dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya.

“Kami hadir di sini dalam rangka memberikan dukungan kepada Pak Kapolda, setiap kegiatan Polri seperti kegiatan kampung tangguh, kami akan terus mendukung,” kata Wakil Ketua DPP JATMI, KH. Rizal Maulana dalam sambutannya, Rabu (3/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP JATMI, KH. Drs. Miftahul Falah HR juga menyampaikan, bahwa silaturrahmi ini dilakukan dalam rangka membangun sinergitas antara Polri dengan Ulama.

Bagi kiai Miftahul Falah, jika Polri ingin sukses dalam menjalankan kinerjanya, maka salah satu kuncinya adalah mampu dekat dan kerjasama dengan para ulama.

“Kami ingin mendapatkan arahan dan masukan. Dan Kapolda akan sukses jika berdekatan dengan ulama,” tuturnya.

Mendapati silaturrahmi yang baik itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jamiyah dari JATMI.

“Saya ucapkan terima kasih kepada JATMI telah datang ke Polda untuk silaturahmi. Kalau para umaro dan ulama sudah bersatu maka masalah di dunia ini akan mudah diselesaikan,” kata Kapolda Fadli.

Kemudian, ia juga menyampaikan keinginan besarnya kepada para ulama, bahwa Jakarta harus aman dan tertib. Apalagi di situasi pandemi COVID-19 yang masih belum berhasil diatasi, maka perlu sinergitas dengan para tokoh agama agar para jamaah dan masyarakat mau mengikuti protokol kesehatan dengan baik.

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya. Saya berharap dengan bersatunya kita bisa lebih kuat. Saya punya tujuan yaitu Jakarta aman dan Jakarta sehat,” paparnya.

Bagi Irjen Pol Fadli, lisan para ulama akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Khususnya dalam menerapkan 3 M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Kalau tidak aman kan kita saling mencurigai, dan kalau yang menyampaikan ulama untuk program 3 M mungkin ulama akan lebih didengarkan oleh masyarakat. Saya harap hal tersebut disampaikan di saat khutbah,” harapnya.

Sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang program vaksinasi COVID-19 yang tengah dijalankan oleh pemerintah. Bagaimana agar masyarakat tenang dan percaya bahwa vaksin yang akan diberikan secara massal itu aman dan halal.

“Tolong disampaikan bahwa vaksin itu tidak haram, vaksi sudah ada ijinnya dari BPOM dan MUI jadi vaksin itu halal,” tutupnya. [NOE]


Pos terkait