PWNU Jawa Timur Keras Tolak Legalisasi Miras

  • Whatsapp
KH Marzuki12
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. [source : laduni]

Inisiatifnews.com – Kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidan Usaha Penanaman Modal mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan.

Penolakan tersebut terjadi lantaran di dalam Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Februari 2021 tersebut mengatur juga penanaman modal untuk minuman beralkohol.

Bacaan Lainnya

Salah satu pihak yang menolaknya adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Penolakan tersebut merupakan upaya dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi NU sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyah.

“Menolak segala bentuk kebijakan yang mengarah kepada legalisasi minuman keras
dan/atau minuman beralkohol,” kata Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar dalam siaran pers resminya, Senin (1/3/2021).

Alasan penolakan tersebut lantaran di dalam syariat Islam, minuman beralkohol merupakan jenis khamr yang telah diharamkan. Bahkan bisa menjadi penyebab rusaknya generasi bangsa Indonesia di masa depan.

“Sudah secara jelas diharamkan oleh agama dan menimbulkan kemudaratan bagi anak bangsa,” ujarnya.

Bagi PWNU Jawa Timur, investasi sah-sah saja dilakukan. Hanya saja kebijakan tentang investasi tidak malah mengabaikan generasi bangsa.

“Mendorong pemerintah agar dalam memperkuat investasi ekonomi tidak
menegasikan potensi kerugian dan/atau disinsentif pada pembangunan sumber daya
manusia yang berketuhanan,” tuturnya.

Walaupun ada sikap keras terhadap penolakan legalisasi miras yang termuat di dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021, kiai Marzuki meminta seluruh warga Nahdliyyin khususnya di Jawa Timur untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas nasional.

“Menginstruksikan kepada warga nahdliyyin di Jawa Timur untuk tetap menjaga situasi dan kondusivitas di lingkungan masing-masing demi ketertiban bersama, serta tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan kepentingan bersama yang lebih besar,” pungkasnya. [NOE]

Pos terkait