Dibanding Ancam Santet, Muannas Sarankan Bupati Lebak Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp
iti jayabaya
Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya.

Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (K-PMH) Habib Muannas Alaidid menyayangkan statemen yang disampaikan oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang akan mengancam akan mengirimkan santet alias teluh kepada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“Demi Allah, ini memalukan,” kata Muannas Alaidid, Senin (8/3/2021).

Bacaan Lainnya

Baginya, adalah sebuah hak bagi semua kader partai politik marah dan tidak terima jika ada yang mencoba mengganggu partai mereka. Hanya saja, etika sebagai seorang politisi apalagi sebagai pejabat publik harus tetap dijaga.

“Kecewa internal parpol silakan, tapi seorang pemimpin tetap menjaga moralitas dan etika, Bupati kok ancam nyantet ?,” ujatrnya.

Menurutnya, alangkah baiknya jika Bupati yang juga kader Partai Demokrat tersebut menempuh jalur hukum untuk melawan Moeldoko karena dianggap telah mencaplok partainya itu.

“Ambil langkah hukum dan politik dong mestinya Bupati Lebak, bukan tindakan kriminal yang bisa merugikan partai termasuk nama baik pak SBY dan mas AHY,” tutur Muannas.

Apalagi kata Muannas, Banten adalah salah satu provinsi yang dinilai sangat islami. Sehingga hal-hal klenik semacam itu tidak sepatutnya diumbar, apalagi dijadikan bahan ancaman kepada orang lain.

“Bahkan Bupati itu sendiri terlebih warga Banten sebagai kota Islami, tidak dibenarkan hanya karena membela partai mesti santet, harus dicabut ucapan itu,” tandasnya.

Nasehatnya ini dianggap sangat penting, karena jangan sampai hanya karena ucapan emosional Bupati Iti, publik memberikan stigma negatif kepada masyarakat Banten.

“Jangan sampai Banten kota Islami kemudian malah dikenal jadi kota santet, ini Bupati bahaya betul, harus minta maaf,” pungas Muannas Alaidid.

Perlu diketahui, bahwa Partai Demokrat saat ini tengah diterpa masalah yang cukup serius. Betapa tidak, kepengurusan dan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diusik dengan kemunculan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada hari Jumat 5 Maret 2021 kemarin. Dari hasil KLB tersebut, Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, sekaligus posisi Ketua Dewan Pembina diduduki oleh Marzuki Alie.

Merasa loyalitasnya kepada AHY sangat tinggi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah berdasarkan Kongres ke V Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta tahun lalu, Ketua DPD Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya menyampaikan kegeramannya.

Melalui kegiatan Commander’s Call di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Iti yang juga Bupati Kabupaten Lebak itu menyatakan setianya kepada AHY dan menolak kegiatan KLB tersebut.

“Saya Iti Octavia Jayabaya, Ketua DPD Demokrat Banten beserta seluruh Ketua DPC dan anggota DPRD di mana saya diberikan amanah dan pemilik suara yang sah sebagai Ketua DPD, kami menolak KLB ilegal,” tegas Iti, Minggu (7/3).

Tidak hanya itu saja, Iti juga mengancam akan mengirimkan santet kepada Moeldoko.

“Banten tidak gentar. Kami tetap setia pada ketum kami yang ganteng. Kalau pun kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko,” sebutnya. []

Pos terkait