Bertemu Mahfud MD, Ini yang Dibahas Bupati Sampang

  • Whatsapp
IMG 20210315 WA0017
Bupati Sampang Slamet Junaidi saat menghadap langsung kepada Menko Polhukam Mahfud MD. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Bupati Sampang, Slamet Junaidi melakukan silaturrahmi dengan Menko Polhukam Mahfud MD. Dalam pertemuan tersebut, ia mengatakan telah membahas beberapa hal dengan salah satu tokoh nasional asal Madura itu.

“Ada dua hal yang kami bicarakan, yakni tentang pembangunan floodway dan lintas selatan,” kata Slamet, Senin (15/3/2021).

Bacaan Lainnya

Salah satu infrastruktur aliran sungai yang akan dibangun nantinya disebutkan Slamet sebagai salah satu upaya pemerintah Kabupaten Sampang untuk memajukan wilayahnya. Dan dengan peran Mahfud MD, ia berharap proyek tersebut bisa segera terealisasikan.

“Jadi kami meminta dukungan kepada Bapak Mahfud MD karena beliau sebagai tokoh Madura dan Nasional yang memiliki keinginan yang sama untuk kemajuan Pulau Madura dari berbagai aspek pembangunan,” tambahnya.

Selain dari sisi manfaat pemberdayaan lingkungan, Floodway tersebut bisa menjadi media untuk meminimalisir bencana alam di wilayahnya.

Slamet juga menyebut, bahwa selain pembangunan floodway, pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Sreseh dan Kecamatan Pangarengan (Serpang) menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat intensitas kendaraan di Pulau Madura yang memerlukan perluasan jalur, sehingga lintas selatan menjadi salah satu opsi yang kini mulai digarap di Kabupaten Sampang.

“Pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan serpang terus berlangsung dan bisa dianggap layak untuk persiapan pembangunan fisik jembatan, begitu juga dengan pembangunan floodway yang kami proyeksikan juga akan segera terealisasi,” papar Slamet.

Hal tersebut tidak lepas dari amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Timur, sehingga berbagai sektor pendukung juga perlu mendapatkan perhatian, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana transportasi lintas kabupaten di Madura.

Dalam kesempatan itu pula, Slamet menyebut bahwa pemerintah Kabupaten Sampang memerlukan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur fisik tersebut.

“Kami memerlukan anggaran yang tidak sedikit, bahkan sekitar Rp 3 Triliun untuk suksesi mega proyek ini, maka kami juga memerlukan dukungan dari Tokoh Madura yang ada di ibu kota,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku sangat mengapresiasi kepada Mahfud MD yang langsung memberikan respon positif, bahkan beberapa hari ini pihaknya mengaku akan menemui beberapa pihak terkait agar pembangunan mega proyek pembangunan di Kota Bahari tersebut segera terealisasi.

“Ada beberapa agenda pertemuan lainnya, termasuk dengan pihak Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya,” tandasnya.

Terakhir, ia sekaligus meminta maaf kepada Mahfud MD atas kesalahan salah satu warganya yakni Mastur yang telah berbuat salah dengan mengancam akan membunuh Menko Polhukam itu. Pada kesempatan itu pula, selaku Bupati telah melaporkan bahwa yang bersangkutan telah menyerahkan diri atas bujukannya.

Merespon laporan dari Bupati Slamet, Mahfud MD meresponnya dengan santai. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan ancaman tersebut.

Hanya saja karena persoalan itu masuk dalam delik umum, sehingga tanpa dirinya melaporkan pun siapapun bisa proses hukum. []

Pos terkait