Pakar Epidemiolog Sentil Anies soal Kondisi Covid-19 Terkendali

  • Whatsapp
anies baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Inisiatifnews.com – Pakar epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono memberikan kritikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang terlalu dini menyebut jika pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Menurut Pandu, perlawanan terhadap Covid-19 masih perlu waktu lama. Mengingat masih banyaknya masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Kemenangan lawan pandemi masih lama, mas @aniesbaswedan. Kasus turun sementara, tapi penduduk sudah abai 3M saat aktivitas penduduk naik di bulan Ramadhan,” kata Pandu, Selasa (13/4/2021).

Apalagi menurutnya, saat ini varian baru dari Covid-19 pun sudah muncul. Sehingga menjadi salah satu penyebab mengapa perlawanan terhadap virus Korona masih panjang.

“Mutasi virus sudah hadir, maka ancaman terjadi lonjakan kasus itu nyata,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar ikut aktif melakukan penghambatan penularan virus asal China itu.

“Perlu waspada, pandemi belum terkendali,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Anies mengajak semua masyarakat Indonesia khususnya warga di DKI Jakarta untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang menjaga diri dari penyebaran virus korona.

“Penting sekali untuk kita tahan godaan, jaga amanah dan tidai menyianyiakan kelonggaran yang telah dibolehkan,” kata Anies Baswedan dikutip dari akun resmi Instagramnya @aniesbaswedan.

Hal ini diserukan karena potensi penyebarannya masih sangat tinggi. Bahkan kepada orang-orang yang sudah divaksin sekalipun.

“Risiko tertular dan menularkan itu masih ada termasuk teman-teman yang sudah divaksin,” tuturnya.

Protokol kesehatan masih menjadi kunci sukses penanggulangan pandemi Covid-19 jika dilakukan dengan serentak dan disiplin.

“Hindari mengadakan buka bersama, kumpul-kumpul keluarga begitu banyak tanpa ada menjaga jarak apalagi sampai membuka masker. Tahun ini kita prioritaskan keselamatan,” ujarnya.

Namun begitu, Anies tetap memberikan kabar gembira bahwa pandemi Covid-19 khususnya di DKI Jakarta sudah menunjukkan angka yang menyenangkan.

“Alhamdulillah, situasi saat ini cukup terkendali. Fasilitas kesehatan kita tidak sedang overcapacity dalam menangani pasien Covid-19, kasus aktif di Jakarta relatif landai di kisaran 6 ribu hingga 7 ribu kasus aktif,” papar Anies.

Untuk itu, kabar gembira itu dirasanya perlu diutarakan untuk memberikan semangat dan optimisme kepada publik.

“Hari ini kemenangan itu sdh di depan mata, kita sudah menuju kondisi yang lebih baik. Mari tahan diri, mari tetap disiplin,” pungkasnya.

Pos terkait