Perawat RS Siloam Palembang Dianiaya Keluarga Pasien

  • Whatsapp
perawat RS Siloam palembang
Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya oleh keluarga pasien.

Inisiatifnews.com – Seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Christina Ramauli S (28) melaporkan salah satu keluarga pasien berinisial JT ke Polrestabes Palembang atas kasus penganiayaan yang dialaminya, Jumat (16/4). Akibat kejadian tersebut, Christina mengalami luka lebam di wajah dan perut.

Video kekerasan yang dialami Christina viral di media sosial setelah diunggah oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang. Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, terlapor JT yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya.

Bacaan Lainnya

Tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah JT untuk kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan JT untuk menyelamatkan diri.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan laporan tersebut. Berdasarkan laporan korban, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/4) sekira pukul 13.40 WIB di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Christina merupakan perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut.

Sebelum kejadian, JT mendatangi ruangan tempat anaknya dirawat untuk menjemput pulang. Namun JT emosi melihat tangan anaknya mengeluarkan darah dari bekas suntikan jarum infus yang dilepas oleh korban.

Kemudian JT meminta Christina untuk datang ke ruang perawatan anaknya untuk meminta maaf bersama rekan perawat lainnya. Namun belum sempat minta maaf, Christina ditampar oleh JT.

Masih merasa bersalah kemudian Christina bersujud untuk meminta maaf. Namun alih-alih tenang, JT kemudian menendang perut Christina hingga tersungkur.

Rekan-rekan perawat lainnya segera berupaya melerai dan meredam emosi JT yang masih terus melayangkan emosinya kepada Christina.

“Berdasarkan laporannya, rambut korban juga sempat dijambak oleh terlapor. Korban berhasil keluar kamar setelah diselamatkan rekan-rekannya. Luka yang dialami korban ada di bagian mata kiri memar, bagian bibir bengkak, dan nyeri di bagian perut,” ujar Abdullah.

Penyidik telah mengambil keterangan pelapor dan saksi serta mengambil bukti visum luka-luka yang dialami Christina atas kejadian tersebut. Pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan.

Saat ini, Christina masih mendapatkan perawatan untuk pemulihan fisik dan psikisnya. Namun, kondisinya saat ini sudah berangsur membaik.

perawat peduli palembar
Christina Ramauli S saat dikunjungi ketua PPNI Prov. Sumsel Subhan.

[]

Pos terkait