Kompolnas Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo

  • Whatsapp
kompolnas
Poengky Indrati dan Benny Josua Mamoto di Polsek Depapre, Jayapura, Papua. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mengapresiasi kinerja 100 hari Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ia menilai bahwa sejauh ini banyak perubahan di internal Polri. Salah satunya adalah pengendalian fungsi jajaran lembaga penegak hukum itu.

Bacaan Lainnya

“Dalam 100 hari masa jabatan Kapolri, kami mencatat sudah banyak perubahan yang dilakukan Polri. Contoh konkret yang bisa kami lihat adalah adanya Keputusan Kapolri untuk menetapkan 1062 Polsek yang difokuskan menangani pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta tidak menangani lidik sidik,” kata Poengky dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Senin (10/5/2021).

Bahkan untuk memastikan penertiban fungsi jajaran ini sudah ditinjau secara langsung oleh pihaknya, bahkan diambil dari wilayah paling timur Indonesia.

“Kompolnas mengapresiasi kebijakan tersebut. Kami sudah meninjau kebijakan tersebut, antara lain kunjungan kami secara langsung di Polsek Depapre di Kabupaten Jayapura di wilayah Polda Papua,” ujarnya.

Selain itu, alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya itu menyebut, bahwa di Polsek Depapre yang ia kunjungi pun sudah melaksanakan harkamtibmas dengan baik. Bahkan mereka juga lebih mengedepankan restorative justice dalam mengatasi persoalan di kalangan masyarakat.

“Jika ada kasus, dicoba diselesaikan melalui restorative justice. Untuk kasus yang sifatnya tidak bisa maka dilakukan lidik sidiknya oleh Polres Jayapura. Polsek Depapre mengedepankan pendekatan budaya untuk merangkul masyarakat dan bersama-sama merawat harkamtibmas,” jelasnya.

Bahkan dalam kunjungannya ke Depapre, ia menemukan hampir 100 persen kasus pidana ringan yang ditangani Polsek setempat diselesaikan dengan pendekatan restorative justice.

“Dari 127 laporan kasus pidana di Polsek Depapre, 124 adalah kasus ringan yang dapat diselesaikan melalui restorative justice dan 3 kasus diselesaikan melalui proses pidana di pengadilan,” sambung Poengky.

Masih di dalam testimoninya, Poengky juga mengatakan bahwa Polisi juga merangkul masyarakat agar bisa diajak kerjasama menjaga keamaman dan ketertiban di lingkungan mereka masing-masing. Pendekatan sosial dijadikan cara untuk mewujudkannya.

“Polsek juga membangun rumah baca untuk anak-anak dan Bhabinkamtibmas mengunjungi kampung-kampung untuk mewujudkan harkamtibmas,” paparnya.

Contoh yang ia saksikan sendiri di wilayah hukum Polsek Depapre ini membuat Poengky memberikan saran kepada semua jajaran Kepolisian yang ada di seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama dan perlu dimasifkan.

“Pendekatan harkamtibmas dengan mengedepankan program Binmas di Papua perlu diperbanyak, karena manfaat program tersebut bagi masyarakat Papua sangat positif,” pungkasnya. [NOE]

Pos terkait