Walikota Pontianak Janji Ganti Ukulele yang Dirusak Satpol PP

  • Whatsapp
satpol pp pontianak
Ukulele dan gitar yang dirampas dari pengamen jalanan di Kota Pontianak. [foto : instagram/polpp_ptk]

Inisiatifnews.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi oknum anggota Satpol PP Kota Pontianak viral yang merusak beberapa buah ukulele yang disebut-sebut hasil sitaan dari tangan para pengamen jalanan yang terjaring operasinya.

Video tersebut viral setelah diunggah ulang di akun sosial media Instagram @tkp_pontianak dan diunggah pada hari ini, Senin (7/6). Video asalnya sempat diunggah pula oleh akun instagram Satpol PP Kota Pontianak, namun telah diturunkan oleh admin akun tersebut.

Di dalam postingan yang kini telah dihapus oleh Satpol PP Kota Pontianak, sempat terekam layar sebuah informasi bahwa pihak aparat tersebut memang telah menyita dan merusak alat musik milik anak-anak jalanan yang telah ditertibkan di kawasan lampu merah (traffic light) sepanjang Kota Pontianak.

“Pengamen dan anak jalanan dipersimpangan traffic light di Kota Pontianak diamankan pada kegiatan rutin antisipasi yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pontianak. Mereka kemudian didata dan diserahkan ke PLAT Dinas Sosial Kota Pontianak untuk diproses lebih lanjut. Adapun alat musik yang digunakan kemudian disita dan dimusnahkan,” tulis @polpp_ptk.

Karena kadung viral, postingan itu pun dihapus. Kemudian mereka memposting sebuah klarifikasi bahwa yang dimusnahkan bukan ukulele secara keseluruhan, namun hanya 5 (lima) buah saja.

“Berita yang bereda Satpol PP Kota Pontianak merusak Ukulele pengamen yang terjaring. Berita ini tidak benar, yang benar adalah Satpolpp Kota Pontianak memusnahkan 5 (lima) buah ukulele yang sudah 2 (dua) tahun tidak diambil dan tidak jelas pemiliknya,” tulis admin @polpp_ptk.

Kegiatan perusakan ukulele tersebut dikatakan mereka berdasarkan surat berita acara pemusnahan dengan Nomor 352.1/BPPD/POLPP.P2D/2021. Dan ukulele yang masih ada yakni sisa dari 5 alat musik yang dimusnahkan, akan dikembalikan kepada sang pemilik asal setelah menjalani proses yang diterapkan oleh pemerintah terkait.

“Terhadap ukulele yang masih ada di Satpolpp jika yang bersangkutan telah selesai pembinaan di PLAT mereka boleh mengambilnya dengan membuat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran pmengamen dipersimpangan jalan,” lanjutnya.

Protes keras

Aksi Satpol PP Kota Pontianak ini pun sontak mendapatkan respon keras dari berbagai kalangan, khususnya pegiat musik tanah air. Salah satunya adalah Ifan Seventeen. Ia mengaku sangat sedih dengan ulah oknum Satpol PP tersebut.

“Sebagai seorang musisi, TERIRIS rasanya gitar diperlakukan seperti miras dan narkoba. Terlebih ini terjadi di kampung halamanku, Pontianak Kalimantan Barat. Saye yakin, selayakne @bang.midji dan bang @edikomtono bise mencarekkan solusi yang lebih baek untok masalah pengamen jalanan ini,” tulis @ifanseventeen.

Selain Ifan, musisi kondang Anang Hermansyah juga ikut berkomentar. Melalui akun instagramnya @ananghijau, ia menilai seharusnya pengamen dan anak-anak terlantar bisa dibina dengan baik.

“Kok bisa ada kejadian seperti ini di negara yg kaya budaya .. penanganan musisi jalanan bukan malah harusnya di BINA dan di kasih ruang malah DIBINASAKAN alat untuk BERKREASI,BERPRESTASI,BEKARYA MENCARI NAFKAH HALAL Kok bisa ya ????? NGERI. @jokowi @sandiuno @prabowo @puanmaharaniri @fesmi.id,” tulis Anang.

Tidak hanya musisi saja, bahkan demografer muda Indonesia, Dedek “Uki” Prayudi juga ikut berkomentar. Melalui akun Twitternya @Uki23, seharusnya membina anak-anak terlantar dan pengamen jalanan tidak dengan menghancurkan alat musiknya, apalagi ukulele tersebut adalah instrumen mereka untuk mencari nafkah setiap hari.

“Mereka itu korban kegagalan ekonomi kita secara kolektif yang direpresentasikan oleh negara. Mereka itu kaum marjinal, tereksklusi dari struktur ekonomi formal, kini senjata mereka untuk bertahan hidup dirusak oleh negara. Semoga anak cucu anda gak akan alami hal serupa, pak Pol PP!!,” tulis @Uki23.

Direktur Centre for Youth and Population Research (CYPR) itu mengingatkan kepada Pemerintah Kota Pontianak, bahwa mereka bukanlah sampah masyarakat.

“@PemkotPontianak, mereka bukan sampah masyarakat. Kita yang gagal berdayakan mereka. Mereka adalah korban kegagalan kita. Jangan tambah beban mereka lagi,” tambahnya.

Walikota Pontianak minta maaf

Edi Rusdi Kamtono yang merupakan walikota Pontianak juga memberikan tanggapannya. Ia menyampaikan permohoan maaf kepada masyarakat luas atas insiden yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP Kota Pontianak tersebut.

“Saya sebagai walikota pontianak mengucapkan permohonan maaf,” kata Edi hari ini.

Ia pun berjanji akan memproses kasus tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada oknum Satpol PP yang melakukan pengrusakan terhadap ukulele milik para pengamen jalanan itu.

“Dan akan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum tersebut,” sambungnya.

Sebagai wujud penyesalan dan permohonan maafnya, Edi berjanji akan mengganti ukulele yang telah dirusak oleh oknum Satpol PP Kota Pontianak itu. Bahkan ia juga berjanji akan mengagendakan pertemuan dengan para pengamen jalanan untuk melakukan dialog secara konstruktif dalam waktu dekat.

“Sebagai pecinta musik, saya turut prihatin atas kejadian ini. Oleh sebab itu, saya akan mengganti alat musik tersebut dan akan mengundang para pengamen Kota Pontianak untuk bersama-sama menjadi lebih baik dan lebih maju lagi,” pungkasnya. []