Sidak Resto dan Kafe, Anies Temukan Banyak Pelanggaran Prokes Covid-19

  • Whatsapp
sidak anies baswedan
Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya dan jajaran Forkopimda melakukan sidak di beberapa restoran di kawasan Senopati dan Kemang. [foto : facebook/aniesbaswedan]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Sebagai upaya nyata pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penanggulangan pandemi COVID-19, penertiban dan kontrol terhadap area publik dan spot berkumpulnya masyarakat terus digalakkan. Salah satunya yang dilakukan oleh Anies Baswedan dan seluruh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) DKI Jakarta pada Jumat (18/6) malam.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan selalu kepada semua pihak termasuk pengelola restoran dan kafe, bahwa pandemi COVID-19 tidak akan bisa berhenti jika tidak ada kesadaran kolektif semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker dan selalu mencuci tangan adalah rangkaian aturan yang mutlak dan berkesinambungan.

Bacaan Lainnya

Apalagi hingga sampai saat ini, pemerintah termasuk Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengeluarkan dan menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya untuk menekan jumlah penularan virus korona.

Program baik pemerintah ini tentunya tidak akan baik dan berjalan sesuai dengan harapan jika semua pihak tidak patuh dan sadar diri. Karena penanggulangan pandemi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab semua kalangan khususnya para pelaku usaha.

“Pandemi ini hanya akan bisa selesai bila semua orang ambil tanggung jawab mematuhi peraturan PPKM,” kata Anies Baswedan, Sabtu (19/6/2021).

Ternyata, dari sidak yang dilakukan, beberapa restoran dan kafe masih tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Salah satunya adalah pembatasan jumlah maksimal pengunjung sesuai daya tampung yang diperbolehkan oleh Satgas COVID-19 DKI Jakarta.

“Malam tadi kami masih menemukan praktik tidak bertanggungjawab dari para pengelola. Kapasitas tempat yang maksimal 50%, dilanggar,” jelasnya.

Dalam agenda sidak tersebut, Anies Baswedan didampingi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mulyo Aji. Lokasi yang disidak yakni beberaoa restoran dan kafe di daerah Senopati dan Kemang. Sidak ini dilakukan dalam rangka pengawasan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sebagai ganjaran karena tidak mematuhi protokol kesehatan, Gubernur Anies pun memberikan sanksi tegas kepada mereka.

“Seluruh pengelola tempat makan yang melanggar langsung ditegur dan diberikan sanksi, dari denda hingga penutupan sementara. Agar pengelola dapat mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku di PPKM Mikro,” ungkapnya.

Tanggung Jawa Bersama

Anies Baswedan selalu mewanti-wanti kepada semua pihak bahwa penanggulangan pandemi Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Akan tetapi semua komponen, baik pengusaha hingga masyarakat luas.

anies baswedan
Anies Baswedan saat memberikan teguran kepada pemilik kafe tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Jika pelanggaran protokol kesehatan terus diabaikan oleh masyarakat, sama halnya membiarkan pandemi terus menggurita bahkan yang lebih parahnya akan terus memberikan peluang kepada publik untuk dikirimkan ke rumah sakit karena terpapar virus korona.

“Bila kita membiarkan praktik pelanggaran seperti ini terus-terusan, artinya mengirimkan orang ke rumah sakit, mengirimkan orang untuk terpapar, dan itu adalah sikap yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Ia juga tak lelah untuk terus meminta kepada masyarakat agar protokol kesehatan COVID-19 tidak diabaikan. Seluruh peraturan yang dibuat oleh pemerintah tujuannya adalah agar virus korona tidak semakin menyebar dan membuat banyak kalangan terus dilanda kesulitan.

“Mari ambil sikap bertanggungjawab, batas maksimal 50% pengunjung bukan semata-mata ketaatan pada aturan, tapi ini tentang menyelamatkan saudara sebangsa dari keterpaparan,” tutur Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tersebut berharap peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika di sekitar mereka ada praktik pelanggaran protokol kesehatan.

“Kepada teman-teman, laporkan bila melihat ada pelanggaran, jangan diam. Bila anda mendatangi sebuah restoran atau rumah makan, terlihat sudah penuh, jangan paksakan masuk. Cari tempat lain yang kosong, atau lebih baik pesan antar saja dari rumah,” serunya.

Kemudian, ia juga mengajak kepada masyarakat khususnya di wilayah DKI Jakarta untuk menyayangi diri sendiri dan memproteksi agar tidak tertular virus korona. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan hari libur untuk di rumah saja, berkumpul dengan keluarga dan tidak bebas keluar dan mendatangi tempat-tempat keramaian.

“Gunakan Sabtu-Minggu, dua hari jeda ini untuk tinggal di rumah, bersama keluarga, jangan bepergian kecuali mendesak dan kebutuhan pokok. Terima kasih kepada semua yang menaati PPKM dan semoga ikhtiar kita #JagaJakarta bisa terlaksana,” pungkasnya. []

Pos terkait