Covid-19 Masih Menggila, Munas PB GPMI Terpaksa Ditunda

  • Whatsapp
GPMI Jakarta
Pengurus GPMI Jakarta Raya. [foto : Inisiatifnews]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (PB GPMI), Ikbal Siregar menyampaikan permohonan maafnya atas keputusan yang diambil, yakni menunda acara karena situasi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta sedang mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

“Munas istimewa yang akan digelar pada tanggal 26 dan 27 Juni 2021 ditunda, dikarenakan Covid-19 di Jakarta semakin meningkat,” kata Ikbal dalam keterangannya yang diterima wartawan, Senin (21/6/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa penundaan acara Munas Istimewa PB GPMI tersebut mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya para peserta munas.

“Penundaan kegiatan tersebut demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak, kemudian kita indahkan anjuran Gubernur DKI Jakarta untuk menghindari merebaknya Covid-19 tersebut lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa acara hanya diundur walaupun persiapan penyelenggaraannya sudah sangat matang. Munas Istimewa PB GPMI untuk mencari nahkoda baru itu akan dilanjutkan lagi sampai situasi Covid-19 terkendali.

“Kegiatan yang sudah direncanakan matang hanya diundur sampai menunggu informasi dari Pemda DKI Jakarta diperbolehkan,” tambahnya.

syarief hidayatulloh
Ketua GPMI Jakarta Raya, H Syarief Hidayatulloh saat memberikan sambutan di acara baksos GPMI HUT ke 24 Tahun di Jakarta Timur. [foto : Istimewa]

Sementara itu, Ketua PW GPMI DKI Jakarta Raya, H Syarief Hidayatulloh membenarkan bahwa acara Munas Istimewa PB GPMI ditunda. Penundaan itu karena pandemi Covid-19 di Ibukota sedang mengalami peningkatan.

“Jakarta sampai hari ini tertinggi angka korban Covid-19 mencapai 5.000 ribu perhari. Ini angka yang tertinggi selama Covid-19,” kata Syarief terpisah.

Tokoh dari Jakarta Selatan itu menegaskan bahwa penundaan ini juga merupakan bentuk sinergitas organisasinya dengan Pemprov DKI Jakarta yang tengah menggalakkan penanggulangan pandemi Covid-19.

“GPMI sebagai eleman masyarakat turut mendukung kebijakan Pemerintah DKI maupun Pusat,” tegasnya.

Diketahui, GPMI DKI Jakarta masih terus menggalakkan penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat khususnya bagi mereka yang terdampak pandemi.

Terkait dengan program bantuan sosial itu, Syarief menyebut bahwa penyaluran sembako tetap akan dilanjutkan. Karena itu merupakan bagian dari membantu masyarakat terpenuhi kebutuhan pokok mereka.

“Tetapi kalau kegiatan baksos tetap berjalan, karena setiap titik hanya diberikan secara simbolis dan yang lain diberikan secara door to door oleh tim. Ini program untuk membantu meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. []

Pos terkait