Polisi Ubah Konsep CFN, Jika Ada Kerumunan Langsung Dibubarkan

Sambodo Purnomo Yogo
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. [foto : Inisiatifnews]

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Polda Metro Jaya telah menghentikan crowd free night ( CFN ) di 10 ruas jalan Jakarta. Kini, pihak kepolisian kerap melakukan patroli skala besar di seluruh ruas jalan yang terindikasi menimbulkan kerumunan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, CFN tetap ada. Namun, sambungnya, metodenya berubah bila dulu langsung ditutup kali ini metodenya adalah pembubaran langasung di lokasi tempat berkumpulnya masyarakat.

Bacaan Lainnya

“10 kawasan yang kita selenggarakan CFN sejak beberapa hari kemarin sejak dua malam lalu kita ganti metodenya dengan patroli skala besar,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/2).

Dia menegaskan, walaupun 10 kawasan CFN sudah dibuka namun pemantauan ketat juga terus dilakukan terhadap 10 lokasi tersebut. Mengingat sudah terlihat disiplin masyarakat di 10 kawasan tersebut juga pembatasan mobilitas di 10 kawasan tersebut tetap dijaga walaupun tidak dengan cara penutupan.

“Tetap kita jaga dengan patroli skala besar di ruas jalan tersebut. Intinya itu, jadi tetap penegakan prokes, kemudian kita membubarkan kerumunan, pakai masker,” katanya.

Jadi seandainya ada kerumunan di Sudirman-Thamrin maka langsung dibubarkan begitu juga dengan lokasi lainnya seperti Asia Afrika, Gunawarman serta lokasi lainnya. Bahkan bila ditemukan adanya kafe atau klub yang masih buka dan sebagainya kita imbau untuk segera membubarkan diri, kembali ke rumah masing-masing, kalau yang tidak pakai masker kita bagi-bagi masker.

“Kita tentunya sekarang mobile mengitari 10 kawasan tersebut, yang patroli Polres Jaksel melintasi Kemang, yang patroli Polda melintasi sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” tuturnya.

Kata dia, pihaknya menurunkan 135 personel tiap malamnya dalam melajukan patroli skala besar.

“135 setiap malam selama PPKM Level 3 sampai ada perintah berhenti maka kita tidak akan pernah berhenti patroli,” tukasnya.

Sementara terkait dengan ganjil genap perlu dihapus karena ada kekhawatiran terjadi peningkatan di public transport. Namun ternyata public transport penumpangnya menurun sehingga ganjil genap belum terlalu urgent untuk ditiadakan. Bahkan terbukti ganjil genap di jam-jam diberlakukannya itu mampu menurunkan mobilitas di kawasan-kawasan tersebut.

Pos terkait