Tokoh Adat Dayak Harap SDM Lokal Ditingkatkan Sambut IKN Nusantara

Tokoh adat Dayak
Ketua Adat Dayak Dusun Wisata Putak, Yulius Lamus.

KUTAI KARTANEGARA, Inisiatifnews.com – Dukungan terhadap upaya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara oleh Pemerintah Pusat terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat asli Kalimantan. Kali ini, dukungan tersebut datang langsung dari Ketua Adat Dayak, Yulius Lamus.

Tokoh dan tetua asli Kalimantan Timur ini merupakan representasi dari Dusun Wisata Putak, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kepindahan IKN ke wilayah Borneo atau Kalimantan tersebut merupakan semangat pemerintah yang perlu didukung. Apalagi kebijakan tersebut merupakan hasil persetujuan antara pemerintah bersama DPR RI sebagai lembaga legislatif.

“Seluruh masyarakat adat dayak di Kaltim dan Borneo atau Kalimantan sangat setuju dan mendukung kepindahan IKN di Kaltim,” kata Yulius kepada wartawan, Senin (4/4).

Alasan yang sangat mendasari adalah nilai manfaat terhadap adanya pembangunan pusat pemerintahan dan wilayahnya itu. Potensi-potensi lokal hingga bertumbuhan ekonomi akan diyakini akan langsung bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Dampak positifnya adanya kepindahan pembangunan IKN, tentu yang kelihatan jelas, infrastruktur sarana jalan dan fasilitas pendidikan, sosial, ekonomi, pertanian akan berkembang lebih maju, termasuk juga bertumbuhnya destinasi wisata budaya dan alam di berbagai lokasi di Kaltim, dibandingkan waktu-waktu sebelumnya,” jelasnya.

Ia memandang pro dan kontra terhadap sebuah kebijakan adalah hal yang wajar di negara demokrasi, namun ia meyakini bahwa IKN Nusantara yang akan menempati dua kabupaten sekaligus di Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) itu sudah dilakukan perencanaan dan perhitungan yang sangat matang. Terlebih, saat ini Kepala dan Wakil Kepala Badan otorita IKN yang bertanggung jawab memimpin proyek pembangunan pusat pemerintahan tersebut sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami menghimbau sebaiknya seluruh elemen masyarakat di Indonesia tidak perlu terjebak kepada pro dan kontra kepindahan IKN di Kaltim. Marilah kita mengambil sisi positifnya atau nilai-nilai baiknya saja, karena kebijakan kepindahan IKN pasti sudah diperhitungkan oleh para ahli di bidangnya masing-masing,” paparnya.

Menurut pendapatnya jika IKN pindah ke Kaltim, tentu masyarakat di Kaltim akan ikut berubah maju.

“Bisa jadi, kepindahan IKN tersebut memberi berkah bagi, pengembangan infrastruktur lainnya, termasuk destinasi obyek wisata budaya adat dayak, seperti Kampung Adat Dayak Pampang di Samarinda, Dusun Wisata Putak dan Kampung Budaya Desa Sungai Payang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yulius juga mengatakan bahwa Dusun wisata dayak Putak juga memiliki agenda rutin tiap tahun, seperti menggelar pesta adat budaya dan pesta perayaan menyambut hasil panen pertanian. Kegiatan tersebut tidak hanya disambut rasa antusias warga masyarakat lokal, akan tapi juga warga pendatang dari Kaltim dan luar Kalimantan yang cukup besar perhatiannya untuk datang menyaksikan pesta adat budaya dusun Putak tersebut.

Ia berharap agenda-agenda rakyat dan kearifan lokal di Kalimantan bisa tetap dilestarikan dan semakin dikenal dunia karena dampak pemindahan IKN di Kalimantan Timur itu.

“Ada acara petik panen padi, di ladang, ada pentas tari-tarian adat dayak dan nyanyi serta drama, semua dilakukan dalam rangka melestarikan warisan leluhur,” tuturnya.

Terakhir, Yulius juga berharap besar, dengan adanya pembangunan IKN nanti dapat membuat masyarakat lokal ikut terlibat di dalamnya.

“Harapan kami kepada pemerintah pusat, untuk ikut membantu pengembangan SDM masyarakat adat dayak, karena dengan adanya pembangunan IKN, pola masyarakat harus ikut maju tanpa harus meninggalkan adat budaya nenek moyangnya,” pungkasnya. (**)

Pos terkait