SEMMI Surabaya Apresiasi Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Migor di Pelabuhan Tanjung Perak

Kabareskrim
Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

SURABAYA, Inisiatifnews.com – Ketua Umum SEMMI Cabang Surabaya, Ahmad Donny menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh jajaran Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang telah berhasil menggagalkan Penyelundupan 8 kontainer minyak goreng.

“Patut kita apresiasi kepada Bareskrim Polri bersama Polda Jatim, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya beserta masyarakat dan seluruh elemen yang terkait,” kata Donny dalam keterangannya yang diterima Inisiatifnews.com, Sabtu (14/5).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penyelundupan minyak goreng yang rencananya akan diekspor secara ilegal itu merupakan bentuk kejahatan yang tidak bisa ditolerir. Apalagi saat ini banyak masyarakat Indonesia sedang kesulitan mengakses minyak goreng, apalagi dengan harga terjangkau.

“Ini sudah termasuk kejahatan untuk memiskinkan rakyat Indonesia. Dan hal ini sudah jelas bertentangan dengan kebijakan Pemerintah soal larangan ekspor minyak goreng, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri,” jelasnya.

Perlu diketahui, bahwa kasus tersebut terungkap berdasarkan informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak tentang adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Refined Bleached and Deodorized (RBD) Palm Oil, RBD Palm Oil and Used Cooking Oil.

Kemudian, pada hari Jumat 13 Mei 2022, Bareskrim Polri bersama dengan Polda Jawa Timur (Jatim) serta Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya langsung bergerak dan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan kontainer berisikan minyak goreng yang siap ekspor dari Jawa Timur ke Negara Timor Leste.

kedelapan kontainer tersebut berisikan 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng siap ekspor.

Pos terkait