IAGI Anggap Secara Geografis, Kaltim Tepat Jadi IKN Nusantara

hamzah umar
Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Timur, Hamzah Umar.

SAMARINDA, Inisiatifnews.com – Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalimantan Timur, Hamzah Umar sangat mendukung penempatan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Kalimantan Timur, tepat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Ia menilai, penempatan dua kabupaten di Tanah Borneo itu sudah tepat, bahkan sudah melalui kajian ilmiah.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan studi riset Badan Geologi Kementerian ESDM pada 2017, posisi IKN di Kaltim secara Geografis sudah sangat tepat, berada di tengah khatulistiwa, antara selatan dan utara, maupun barat dan timur,” kata Hamzah dalam keterangannya kepada wartawan di Kota Samarinda, Minggu (3/7).

Kemudian alasan lain yang ia kemukakan adalah, Kaltim secara geografis termasuk wilayah yang minim bencana gempa.

“Karena minim gunung api dan masuk lempeng asia yang cenderung lebih stabil dari gempa,” ujarnya.

Yang menjadi catatan IAGI Kaltim menurut Hamzah, adalah pembangunan IKN yang dinilai mampu menciptakan kawasan green city dan spot-spot sumber daya pendukung kehidupan masyarakat di sana.

“Daerah resapan air jangan sampai rusak, sehingga menimbulkan banjir,” imbuhnya.

Selanjutnya, Hamzah juga memuji kematangan pemerintah di dalam memindahkan IKN ke Kalimantan. Opsi ini dinilai sangat tepat untuk mengurangi beban berat DKI Jakarta selama ini.

“Kami menilai bahwa pemerintah telah memetakan tata kota IKN sudah sangat tepat. Kaltim sebagai pusat pemerintahan, Jakarta tetap sebagai pusat bisnis,” paparnya.

Tidak hanya itu, Hamzah mengatakan bahwa para Ahli Geologi di Kaltim menaruh harapan besar, dengan hadirnya IKN mampu meredam konflik sosial, dengan memperhatikan kearifan lokal, karena di lokasi ada beberapa situs Kerajaan Paser yang harus diperhatikan.

“Idealnya, kearifan lokal mampu mensejahterakan rakyat,” sambung Hamzah.

Lalu, pembangunan IKN juga harus dipakai pendekatan pentahelix, dengan melibatkan pelaku usaha, akademisi serta media massa.

“Yakin dengan pendekatan pentahelix, pembangunan IKN akan sukses tanpa konflik,” tutur Hamzah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa secara organisasi, IAGI Kaltim akan merancang buku saku IKN, dimana berbagai masukan pemikiran yang konstruktif dari tenaga ahli geologi untuk IKN Kaltim.

“Dengan hadirnya IKN di Kaltim, maka tidak akan ada lagi istilah jawa sentris, mengingat anggapan selama ini pembangunan hanya dipusatkan di Jawa, untuk ke depan hadirnya IKN di Kaltim membuktikan bahwa ternyata Presiden Jokowi mengedepankan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan,” pungkasnya.

Pos terkait