Saat Covid-19, Omset Alibaba Group Tembus $1 Triliun

  • Whatsapp
alibaba
Alibaba Group.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com Di tengah wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di permukaan bumi membuat gaya hidup masyarakatnya berubah. Dimana aktivitas mereka yang sebelumnya terserap ke sektor pasar konvensional justru kini beralih ke sektor online market place. Salah satu yang mendapatkan keberkahannya adalah toko online terbesar di China, yakni Alibaba.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Chairman dan Chief Executive Officer Alibaba Group Daniel Zhang, bahwa perusahaan yang ia pimpin telah berhasil meraih total Nilai Penjualan seluruh barang di platform e-dagangnya (GMV) sebesar USD1 triliun selama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2020.

Baginya, pencapaian penjualan tersebut merupakan rekor dalam sejarah berdirinya Alibaba.

“Ini tonggak bersejarah yaitu GMV 1 triliun dolar di seluruh ekonomi digital kami pada tahun fiskal 2020,” kata Daniel Zhang, Sabtu (23/5/2020).

Bahkan ia juga menyebut, bahwa sejauh ini seluruh sektor bisnis yang dijalankan oleh Alibaba Group juga mengalami tren yang positif.

“Seluruh bisnis kami terus mengalami pertumbuhan yang kuat dengan basis konsumen aktif tahunan sebesar 960 juta di seluruh dunia walaupun akhir tahun fiskal ini terkena dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19,” ujarnya.

Menurut dia, pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku konsumen dan operasional perusahaan secara fundamental.

“Kami memiliki posisi dan kesiapan yang baik untuk membantu para pelaku usaha, baik kecil maupun besar dari berbagai industri, dalam mencapai transformasi digital yang dibutuhkan pada masa sulit yang disebut the new normal,” katanya.

Dengan fokus pada program jangka panjang dan berinvestasi untuk memberikan nilai tambah bagi para konsumen, Zhang percaya perusahaan yang didirikan Jack Ma itu mampu keluar dari krisis akibat COVID-19.

Pada triwulan yang diwarnai berkurangnya aktivitas perekonomian akibat pandemi COVID-19 di China, Ailbaba masih bisa meraup pendapatan 500 miliar yuan.

“Pertumbuhan pendapatan kami sebesar 35 persen year-over-year didorong kinerja kuat bisnis ritel domestik dan pertumbuhan bisnis komputasi awan kami,” kata Chief Financial Officer Alibaba Group Maggie Wu.

Meskipun pandemi berdampak negatif pada bisnis perdagangan utama Alibaba di China mulai akhir Januari, pihaknya melihat adanya pemulihan sejak Maret.

“Berdasarkan analisis kami tentang konsumsi domestik di China dan digitalisasi perusahaan, kami mengantisipasi pendapatan lebih dari 650 miliar yuan pada tahun fiskal 2021,” ujarnya.

Konsumen aktif tahunan ekonomi digital Alibaba mencapai 960 juta di seluruh dunia, yang terdiri dari 780 juta konsumen di China dan 180 juta konsumen di luar China.

Konsumen aktif tahunan platform penjualan daring (marketplace) di China mencapai 726 juta atau meningkat 72 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2019.

Pengguna aktif bulanan marketplace ritel di China mencapai 846 juta pada bulan Maret 2020 atau meningkat 125 juta dibanding bulan Maret 2019. []