Kementerian Kelautan dan Perikanan Siapkan 500 Produk Unggulan UMKM di GNBBI

  • Whatsapp
Nilanto Perbowo
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo.

Inisiatifnews.com – Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan hingga sebanyak 500 produk unggulan hasil Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor perikanan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI).

“GNBBI merupakan momentum bagi UMKM perikanan untuk bangkit dan tampil di tingkat nasional. Untuk itu diharapkan agar masing-masing daerah menampilkan produk-produk unggulan perikanan khas,” kata Nilanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, sebanyak 500 produk itu merupakan ciri khas dari beberapa daerah seperti ikan lais asap dari Riau, pempek dari Palembang, dan ikan bandeng asap dari Sidoarjo.

Nilanto menilai UMKM merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian bangsa karena merupakan penggerak ekonomi terutama di daerah-daerah di Tanah Air. Khusus di sektor kelautan dan perikanan, jumlah usaha pengolahan skala usaha mikro dan kecil memiliki proporsi terbesar dengan jumlah UPI sebanyak 62.389 atau 98,46 persen.

“UPI skala menengah besar hanya berjumlah 975 unit atau 1,54 persen,” ujar Nilanto.

Selanjutnya, ia juga mengingatkan bahwa saat ini adanya perubahan pola belanja masyarakat seperti, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet serta jasa pengiriman barang semakin populer di masyarakat. Hal tersebut perlu dilihat sebagai peluang sehingga para pelaku usaha juga diajak untuk terus bertransformasi dari luring ke dalam sistem daring.

“Yang harus diperhatikan oleh para pengolah ikan adalah menjaga kepercayaan konsumen dengan terus menjaga mutu dan meningkatkan inovasi produk hasil perikanan,” pesan Nilanto.

Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Nimmi Zulbainarni mengemukakan bahwa dari sebanyak total 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 14,68 persen yang sudah melakukan digitalisasi. Tak hanya perubahan pola belanja, lanjutnya, pandemi ini juga dinilai menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat di mana saat ini yang paling diburu adalah bahan pangan dan produk-produk kesehatan. []

Pos terkait