Berpenduduk Muslim Terbesar dan Dermawan, Indonesia Luncurkan Gerakan Wakaf Uang

  • Whatsapp
20210126 120255
Wakil Presiden RI KH Maruf Amin bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden Joko Widodo.

Inisiatifnews.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Maruf Amin menyampaikan bahwa negara tengah menggalakkan gerakan wakaf uang.

Menurutnya, Indonesia sangat baik jika dimanfaatkan untuk penggalangan dana sedekah karena rakyat Indonesia mayoritas adalah Muslim.

Bacaan Lainnya

“Potensi wakaf uang di Tanah Air mencapai Rp180 triliun. Potensi yang besar tersebut karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi,” kata kiai Maruf, Senin (25/1/2021).

Apalagi wakaf adalah bagian dari syariat Islam. Di mana ada pesan sosial yang sangat kuat terkandung di dalamnya.

“Wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang memuat pesan kepedulian, berbagi, dan upaya melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Wakaf juga memiliki dimensi ekonomi, dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Manfaat Wakaf

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut bahwa ada manfaat besar yang bisa diambil dari gerakan wakaf. Yakni kepada para pelaku wakaf mendapatkan pahala yang hitungannya terus mengalir sampai kapanpun.

“Wakaf disebut juga sebagai sedekah jariyah. Maksudnya amal sedekah yang pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya (wakif), selama pokok harta benda yang disedekahkan itu masih ada dan hasilnya dimanfaatkan untuk perbuatan kebajikan,” terang kiai Maruf.

Dan bagi negara sebagai penerima wakaf, tentu bisa digunakan untuk ajang pembangkitan ekonomi demi melakukan pencapaian-pencapaian yang lebih baik. Apalagi, pengelolaan keuangan kali ini didasari dengan sistem syariah.

“Pengelolaan wakaf uang yang optimal dapat mendorong pencapaian Indonesia sebagai negara dengan keunggulan (flagship) dalam pengelolaan Keuangan Sosial Islam yang akhirnya akan menjadi bagian dari pencapaian Indonesia pada tahun 2024 sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia,” sambungnya.

Gerakan Wakaf Uang Perlu Sinergitas

Walaupun begitu, gerakan ini tidak bisa serta merta dilakukan dan mencapai hasil yang maksimal. Akan tetapi memerlukan kerjasama yang apik agar program tersebut bisa tersampaikan dengan baik kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Kehadiran ulama, ustad, mubaligh dan para kyai sangat berperan penting untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang, baik dalam tabligh akbar, majelis taklim, khutbah jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat,” tutur kiai Maruf.

Begitu juga dengan pengelolaan keuangan dari dana wakaf uang tersebut. Kiai Maruf berharap keuangan tersebut bisa dikelola dengan baik dan tepat.

“Pengelolaan wakaf uang memerlukan dukungan kerjasama dengan para manajer investasi yang mampu menginvestasikan wakaf uang dalam portofolio investasi yang aman, mendatangkan keuntungan atau imbal hasil yang optimal, serta memberikan dampak peningkatan pada pembangunan ekonomi secara nyata bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.

Oleh karena itu, orang nomor dua di Republik Indonesia itu berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam gerakan wakaf uang tersebut. Sekaligus untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan ekonomi syariah dengan tepat, sekaligus menjadi contoh bagi negara-negara di dunia.

“Sudah saatnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan Indonesia dapat memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang bersifat produktif, yang dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. [RED]


Pos terkait