Buwas Merasa Terbebani dengan Program Impor Beras Airlangga dan Luthfi

  • Whatsapp
Bulog
Dirut Bulog Budi Waseso saat memperlihatkan stok beras kepada Presiden Joko Widodo. [foto : dokumen Setkab]

Inisiatifnews.com – Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Komjen (purn) Polisi Budi Waseso mengaku tidak sama sekali mengusulkan impor beras pada tahun ini.

Hal ini karena Bulog masih memiliki cadangan beras di gudang dan petani akan menyambut panen raya.

Bacaan Lainnya

“Data BPS menyampaikan Maret, April, Mei itu surplus. Itu yang kami jadikan pedoman. Sehingga saat kita rakortas (rapat koordinasi terbatas), kita tidak memutuskan impor,” ujar pria yang karib disapa Buwas itu dalam papat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Legislasi DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/3/2021).

Lantas siapa yang mengeluarkan ide dan perintah untuk membuka kran impor beras di saat stok di Blog mengalami surplus, ditambah di dalam situasi menjelang panen raya para petani Indonesia.

Mantan perwira tinggi Polri kepercayaan Presiden Joko Widodo itu mengungkapkan, bahwa langkah impor 1 juta ton beras ini muncul setelah pihaknya menerima perintah mendadak dari Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto.

“Kebijakan Pak Menko dan Pak Mendag, kami akhirnya dikasih penugasan tiba-tiba untuk melaksanakan impor,” bebernya.

Menurutnya, rapat koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya tak pernah membahas impor beras. Rapat itu hanya membahas stok pangan dalam negeri dan ancaman gangguan cuaca yang dapat mengganggu stok beras.

Pihak Bulog, kata Buwas, malah mendapat beban tambahan akibat kebijakan impor beras ini. Hal ini terkait keberadaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dari sisa impor 2018 sebanyak 275.811 ton di gudang Bulog. [REL]

Pos terkait