Pemerintah Perintahkan Vaksinasi di Sulawesi Makin Digenjot

  • Whatsapp
airlangga hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto meminta seluruh kepala daerah di Pulau Sulawesi untuk terus meningkatkan testing dan tracing .

Hal ini disampaikan Airlanggar untuk mencapai target yang ditentukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sekaligus untuk bisa diketahui secara pasti siapa saja yang suspek dan kontak erat sehingga langkah selanjutnya dapat diambil untuk menekan laju penyebaran virus.

Bacaan Lainnya

“Secara umum, tambahan kasus aktif yang terkonfirmasi mingguan di Pulau Sulawesi mulai menurun,” kata Airlangga saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para kepala daerah dan Forkompimda di wilayah Pulau Sulawesi secara virtual, dikutip pada Sabtu (14/8/2021).

Airlangga mengemukakan, bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara menurun 146 kasus, Sulawesi Selatan (-692 kasus), Gorontalo (0 kasus). Sedangkan di tiga provinsi lainnya yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, mengalami penambahan masing-masing 6 dan 11 kasus, sementara Provinsi Sulawesi Tengah menjadi perhatian akibat penambahan kasus hingga 1.826 kasus.

“Tingkat keterisian rumah sakit (Bed Occupancy Rate/ BOR), ada dua Provinsi yang memiliki BOR di atas 70 persen yakni Gorontalo dan Sulawesi Tengah yang masing-masing 71 persen,” ujarnya.

Sedangkan Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara, lanjut dia, memiliki tingkat BOR yang rendah yakni di bawah 50 persen yaitu masing-masing 36 persen dan 43 persen, dan untuk Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara memiliki BOR masing-masing 55 persen dan 59 persen.

“Untuk menekan BOR, konversi tempat tidur di Rumah Sakit menjadi tempat tidur COVID-19 sebesar 40 persen harus terus dilakukan, sesuai pengaturan yang ditetapkan Menteri Kesehatan,” kata Airlangga.

Airlangga menambahkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sulawesi belum terlihat efektif dalam menurunkan mobilitas masyarakat. Rata-rata mobilitas di luar area pemukiman pada periode PPKM 3-9 Agustus justru mengalami peningkatan dari periode sebelumnya.

Untuk itu, Airlangga menegaskan PPKM di wilayah tersebut harus diperketat agar tidak terjadi tren penambahan kasus harian dan dilakukan berbagai upaya untuk penurunan mobilitas secara konsisten.

Selain menekan mobilitas, lanjut dia, pemerintah juga terus meningkatkan jumlah testing dengan melakukan prioritas testing kepada suspek dan kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi, dengan target minimal 10 kontak erat per kasus konfirmasi.

“Seluruh kontak erat akan dites dan dikarantina untuk menimalisir resiko penularan,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga juga menuturkan bahwa hingga 13 Agustus 2021, pencapaian vaksinasi di Pulau Sulawesi terus diakselerasi. Provinsi Sulawesi Utara menjadi yang tertinggi yaitu 35,93 persen dari target sudah divaksinasi.

Menyusul Provinsi Sulawesi Selatan (21,25 persen), Gorontalo (20,56 persen), Sulawesi Tenggara (16,91 persen), Sulawesi Barat (15,93 persen), dan Sulawesi Tengah (14,43 persen).

Airlangga mendorong beberapa daerah yang belum memiliki tempat isolasi segera menyiapkan fasilitas isolasi terpusat (isoter) serta meminta kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah agar mau pindah ke isoter dengan layanan kesehatan yang lebih memadai. Dia juga meminta kepala daerah untuk memastikan seluruh rumah sakit mengisi laporan harian oksigen melalui SIRS online dan mengkoordinasikan kebutuhan oksigen dengan Kementerian Kesehatan.

Dalam rakor tersebut, beberapa gubernur, bupati dan walikota menyampaikan beberapa permasalahan utama di lapangan, antara lain kebutuhan oksigen medis, perlunya segera suplai vaksin untuk percepatan vaksinasi, dan perlunya dukungan test-kit dan PCR untuk mendorong peningkatan testing, serta fasilitas isoter menggunakan kapal PELNI di Makassar dan di Bitung.

“Ketersediaan oksigen terus kita pantau dari pusat dan langsung ditindaklanjuti untuk wilayah yang
membutuhkan. Sangat penting untuk mengajak masyarakat memanfaatkan isolasi terpusat guna mengurangi resiko isolasi mandiri di rumah, dan pentingnya mempercepat suplai vaksin sehingga rencana ketersedian vaksin sebanyak 2,48 juta dosis di Agustus ini dapat terpenuhi,” tutur Airlangga.

Pos terkait