GPMI Apresiasi Kesigapan PD Pasar Jaya soal Jual Beli Daging Anjing

  • Whatsapp
syarief hidayatulloh
Ketua Umum PB GPMI, Syarief Hidayatulloh.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) H Syarief Hidayatulloh menyampaikan apresiasi kepada manajemen Perusahaan Daerah Pasar Jaya (PD Pasar Jaya) soal aktivitas jual beli daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

“GPMI mengapresiasi langkah cepat Pasar Jaya dalam menindak cepat adanya penjualan daging anjing tersebut,” kata Syarief kepada wartawan, Selasa (14/9).

Bacaan Lainnya

Ia mengharapkan kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depannya. Apalagi penjualan daging anjing dilarang oleh negara berdasarkan Undang-Undang yang ada.

“Menjadi evaluasi secara khusus bagi Pasar Jaya untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Tokoh muslim dari Jakarta Selatan ini mengharapkan agar pasar selalu menjaga produk yang dijadikan bahan komoditas agar tidak menyalahi aturan yang ada.

“Ke depannya semoga perdagangan komoditi yang tidak sesuai ini tidak terjadi lagi,” seru Syarief.

PD Pasar Jaya beri sanksi tegas

Sementara itu, Manajer Pemasaran Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberikan sanksi kepada penjual daging anjing yang beroperasi di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

“Kami selaku manajemen telah melakukan pemanggilan dan melakukan sanksi administrasi,” kata Gatra dalam siaran pers video, Minggu (12/9).

Gatra berujar, pedagang daging anjing tersebut diberikan sanksi agar tidak mengulangi perbuatannya. Namun apabila kembali mengedarkan daging anjing, Gatra menyebut akan melakukan tindakan tegas berupa penutupan secara permanen.

Menurut Gatra, yang dilakukan pedagang daging anjing tidak sesuai dengan peraturan Perumda Pasar Jaya. Karena daging anjing termasuk komoditi yang tidak boleh diperjualbelikan di dalam pasar milik Perumda Pasar Jaya.

Regulasi larangan jual beli daging anjing

Perlu diketahui, dunia maya sempat digegerkan dengan adanya aktivitas jual beli daging anjing di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Sontak, hal ini membuat heboh dan menuai kecaman dari berbagai pihak, khususnya para pecinta anjing.

Padahal jika menilik dari regulasi yang ada, jual beli daging anjing sebenarnya telah dilarang. Hal ini bisa dilihat dari beberapa Undang-Undang (UU) yang saling berkaitan. Yakni UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Di mana di dalam Pasal 66A ayat (1) menyebutkan, bahwa ; setiap orang dilarang menganiaya dan/atay menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atay tidak produktif. Kemudian di ayat (2) ada beban bagi siapapun yang mengetahui aktivitas seperti yang termaktib di ayat (1), bahwa ; setiap orang yang mengetahui adanya perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Sementara sanksi hukum bagi pelanggar Pasal 66A ayat (1) termaktub di dalam Pasal 91B ayat (1), di mana pelaku akan dipenjara paling singkat 1 bulan dan paling lama 6 bulan. Serta denda paling sedikit 1 juta rupiah dan paling banyak 5 juta rupiah.

Mengapa pelaku jual beli daging anjing ini bisa dijerat dengan UU Nomor 41 Tahun 2014, karena biasanya, kegiatan mengolah daging anjing untuk konsumsi diawali dengan “penyiksaan” kala memotongnya.

Kemudian, ada juga regulasi yang membatasi aktivitas jual beli daging anjing ini, yakni UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Di mana di dalam pasal 1 dijelaskan tentang apa itu pangan.

“Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman”.

Sementara anjing bukan merupakan hewan yang ada di dalam 7 (tujuh) kategori pangan. Sehingga tidak ada dasar hukum yang bisa membenarkan aktivitas jual beli daging anjing ini.

Pos terkait