Harga Tinggi, GPMI Tiadakan Minyak Goreng di Paket Sembakonya

  • Whatsapp
PB GPMI
Penyerahan paket sembako secara simbolis dari PB GPMI kepada Karang Taruna Kelurahan Duri Selatan.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Syarief Hidayatulloh mengatakan, bahwa di dalam paket sembako yang biasa dibagikan kepada masyarakat akan mengurangi item minyak goreng di dalamnya.

Hal ini disampaikan Syarief kepada wartawan karena harga minyak goreng yang cenderung naik drastis saat ini.

Bacaan Lainnya

“Sembako, GPMI sekarang merasa masyarakat telah terbebani dengan semakin tingginya harga-harga minyak,” kata Syarief, Selasa (9/11).

Seiring tidak diikutsertakan minyak goreng di dalam paket sembakonya, Syarief akan terus berupaya mencari solusi agar minyak goreng bisa kembali disertakan dengan berbagai tindakan lanjutan.

“Sekarang food station atau FS harus mencari solusi bagaimana ini minyak bisa kembali dio dalam paket sembako, karena memang harga minyak ini terutama terus bergerak naik dan kita sebagai pengadaan bansos untuk masyarakat jelas sekarang merasa harganya sudah sangat tinggi,” ujarnya.

Perjuangan untuk stabilitas harga minyak akan diperjuangkan GPMI, karena selain berdampak pada paket sembako yang didistribusikan kepada masyarakat, baiknya harga minyak goreng di pasaran ini juga sangat dirasakan oleh masyarakat jika membelinya secara mandiri.

“Masyarakat sendiri sudah mulai teriak terkait masalah minyak ini. Ini akan kita cari solusi walau pengadaan sembako kepada masyarakat ini terapksa mengurangi minyak,” terangnya.

Dijelaskan oleh Syarief, bahwa untuk harga minyak goreng yang biasa dibagikan kepada masyarakat di dalam paket sembakonya sudah mencapai angka Rp37.000 per botol.

“Minyak ini dari mulai harga Rp11 ribu, Rp14 ribu, Rp16 ribu, sekarang sudah Rp18 ribu per liter. Dan sekarang sudah mencapai Rp37 ribu per botol,” papar Syarief.

Oleh karena itu, Syarief pun meminta kepada pemerintah agar turun tangan untuk mengatasi persoalan melambungnya harga minyak goreng di pasaran ini.

“Jadi ini ekonomi sudah terhimpit, kasihan masyarakat. Pemerintah harus segera turun tangan untuk menangani lonjakan harga-harga ini,” pungkasnya.

Pos terkait