APPSI Pertanyakan Validitas Data Stok Minyak Goreng Mendag Lutfi

sudaryono appsi
Ketua Umum DPP APPSI, Sudaryono melakukan konferensi pers pada hari Kamis 10 Maret 2022.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sudaryono mempertanyakan data yang dikantongi oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi soal stok minyak goreng aman dan masih bisa membanjiri masyarakat.

Di mana kata Mendag Lutfi, domestic market obligation (DMO) yang telah dikumpulkan lebih dari 20 persen atau 20,7 persen yang berjumlah 573.890 Ton. Dengan demikian, stok yang ada bisa memenuhi 2 liter minyak goreng untuk kebutuhan bulanan masing-masing masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Mungkin datanya pak Lutfi benar, tapi kalau memang benar datanya kan harusnya barangnya ada di pasaran. Ini masalahnya di pasaran kan nggak ada,” kata Sudaryono dalam konferensi persnya, Kamis (10/3).

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa para distributor langganan pedagang pasar juga banyak yang mengeluhkan kekosongan stok. Bagi Sudaryono, ini menjadi tantangan besar yang seharusnya bisa dikelola dan diatasi oleh pemerintah.

“Sekarang bukan minyak goreng yang murah, tapi mendapatkan akses minyak gorengnya yang susah,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP APPSI Muhammad Mujiburrohman mengatakan, bahwa untuk kebutuhan pasar di satu wilayah rata-rata sampai 153 ton. Jika stok tersebut bisa dipenuhi, maka pasokan minyak goreng di pasar bisa tersedia.

“Kita itu rata-rata per hari kebutuhannya 153 ton, jadi kalau setiap hari kita dibanjiri di pasar di Jakarta saja, barang kali bisa mencukupi. Tapi faktanya ada banyak dan bahkan ada pasar yang sudah 2 bulan ini tidak dijamah terutama pasar-pasar kecil,” ujarnya.

Namun ia juga menyampaikan ironi para pedagang pasar di situasi saat ini, di mana stok minyak goreng di pasar cepat sekali tersedia ketika ada sidak dari Menteri saja.

“Pasar Kramat Jati misalnya, ketika Menteri mau turun ya malamnya baru pada datang (supply minyak goreng), artinya ini hemat kami lebih ke politis, bukan untuk melancarkan distribusi,” ketusnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa kebutuhan minyak goreng di dalam negeri melimpah. Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) saat menyampaikan perkembangan minyak goreng periode 14 Februari – 8 Maret 2022 dalam konferensi pers virtual.

Kemendag mencatat total ekspor yang dikeluarkan pada crude palm oil (CPO) dan turunannya sejak 23 hari kemarin adalah 2.771.294 ton. Dengan demikian, domestic market obligation (DMO) yang telah dikumpulkan lebih dari 20 persen atau 20,7 persen yang berjumlah 573.890 Ton.

“Jika RBD Olein, CPO semua kita convert ini setara dengan 2 liter untuk kebutuhan perbulannya untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami selalu mengatakan bahwa ini stoknya melimpah,” ungkap Mendag, Rabu (9/3).

Mendag memerinci bahwa dari 2.771.294 ton tersebut, di antarnya RBD olein Palm Olein sebesar 1.240.248 ton, RBD Palm Oil 385.907 ton, RBD Palm Stearin 153.411 ton, dan CPO lebih dari 109.843 ton. Semua stok DMO CPO ini kata Mendag sudah melebihi kebutuhan dasar stok minyak goreng.

“Jadi inilah yang saya sebutkan sebenarnya minyak melimpah dan kita lihat sebenarnya harga di Dumai itu tetap tinggi, yaitu pada 8 Maret itu 17.605 per kilogram,” tandasnya.

Pos terkait