Sambangi Medan, Mahfud MD Terus Gelorakan Nilai Kebangsaan

  • Whatsapp
mahfud md suluh kebangsaan
[foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Gerakan Suluh Kebangsaan yang diusung mantan Ketua Mahkamah (MK) Mahfud MD kini singgah di Medan, Sumatera Utara.

Besok pagi, Sabtu (09/02/2019) di Hotel Four Points Medan, Mahfud dan sejumlah narasumber dan dihadiri berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, tokoh masyarakat Sumatra Utara, aktivis ormas, dan budayawan akan dialog interaktif mengenai kondisi bangsa jelang Pemilihan Presiden April mendatang.

Bacaan Lainnya

Sebagai pengantar, Mahfud menerangkan, gerakan Suluh Kebangsaan ini sudah berkeliling ke beberapa kota di Indonesia. Alasan gerakan ini dilakukan untuk merespon gejala yang kurang baik pada pemilu 2019 yang tak pernah terjadi pemilu sebelumnya.

“Yaitu adanya politik identitas seperti agama dan ideologi yang mengarah kepada permasalahan SARA,” kata Mahfud di depan wartawan di Rumah Makan Padang Garuda Jalan Pattimura, Medan Jumat (08/09/2019).

Karenanya, Suluh Kebangsaan ingin mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk memelihara demokrasi yang sudah kita miliki sehingga tidak mengadu domba antar anak bangsa.

“Setelah reformasi, semua ada kanalnya. Perangkat hukum, perangkat pemilu sudah lengkap untuk mengatasi permasalahan atau perselisihan pemilu seperti KPU, Bawaslu, DKPP dan MK. Serahkan saja kepada lembaga-lembaga itu, bukan main hakim sendiri,” imbau Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Untuk diketahui, Gerakan Suluh Kebangsaan dikemas dalam diskusi kreatif dan interaktif ini secara perdana berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tujuan gerakan suluh kebangsaan adalah untuk mengajak masyarakat membangun kesadaran berbangsa, dan bernegara yang berbhinneka tunggal ika dan meningkatkan toleransi dan memperluas esensi keadilan sosial di Indonesia.

Awalnya, gerakan ini digagas Mahfud MD bersama putri Presiden Gus Dur Alissa Wahid, Romo Benny Susetyo, dan Ajar Budi Kuncoro yang prihatin dengan maraknya potensi perpecahan dari berbagai kelompok bangsa. Seperti maraknya politik identitas, saling serang antar kelompok dan saling mengklaim kebenaran.

Selain itu, gerakan ini merespon kondisi yang tengah berlangsung saat ini yang kecenderungannya adalah kontestasi untuk mencari menang dan bukan mencari yang baik. Sementara diam-diam radikalisme menumpang dan mengadu domba melalui produksi berita-berita hoax.

Gagasan gerakan suluh kebangsaan mendapatkan dukungan sangat besar dari para tokoh seperti Buya Syafii Maarif, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ibu Nyai Shinta Nuriyah, Sri Sultan HB X, Romo Magnis Suseno, Prof Komarudin Hidayat, Prof John Titaley, Budayawan Garin Nugroho, Wartawan Senior Rikard Bagun, aktivis gerakan perempuan Siti Ruhaini Dzuhayatin dan tokoh-tokoh lainnya. (FQ)

Pos terkait