Ketika Jokowi dan Prabowo Saling Ngeluh Difitnah

  • Whatsapp
prabowo jokowi

Inisiatifnews – Debat Pilpres keempat yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) malam ini tampaknya dimanfaatkan oleh Prabowo Subianto untuk menyampaikan uneg-unegnya.

Dimana dalam segmen kedua, Calon Presiden nomor urut 02 itu mengeluhkan betapa dirinya merasa diserang dengan fitnah, yakni jika dirinya menang di Pilpres, maka cita-cita kelompok yang merasa ingin mendirikan negara Khilafah Islamiyah akan diakomodir.

Bacaan Lainnya

Dan termasuk tudingan jika dirinya bersama Sandiaga Salahuddin Uno menang maka tradisi tahlilan akan dihilangkan di Indonesia.

“Saya yakin dan percaya pak Jokowi pancasilais, patriot dan nasionalis. Tapi saya ingin tanya apakah pak Jokowi paham di antara pak Jokowi ada yang melontarkan tuduhan-tuduhan tidak tepat kepada saya seolah-olah saya bela khilafah dan larang tahlilan,” kata Prabowo saat sesi tanya jawab dengan rivalnya itu di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Bagi Prabowo, tak mungkin Pancasila dilepaskan dan digantikan dengan ideologi lain termasuk Khilafah ketika dirinya dipercaya rakyat untuk menjadi Presiden nanti.

Ia pun menegaskan bahwa Pancasila adalah sebuah kesepakatan dan menjadi bagian dari tanggungjawabnya sebagai generasi bangsa untuk menjaganya. Bahkan nasionalisme sudah menjadi keniscayaan bagi Prabowo sembari dirinya menyatakan bahwa ibundanya adalah seorang non muslim.

“Ini tidak masuk akal. Ibu saya nasrani, lingkungan saya dan saya lahir dari rahim nasrani. Nyawa saya, saya pertaruhkan untuk Indonesia, bagaimana saya dituduh akan merubah Pancasila, sungguh kejam itu,” ujarnya.

Mendapati keluhan dari Prabowo, Jokowi pun menanggapinya dengan santai. Ia malah mengingatkan kepada Prabowo betapa tuduhan dan fitnah juga dialamatkan kepadanya sejauh 2014 lalu hingga sampai saat ini, dimana dirinya dituding sebagai seorang bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Saya juga percaya pak Prabowo nasionalis dan seorang patriot. Tapi masalah tuduh-menuduh, saya juga banyak dituduh, pak. 4,5 tahun ini saya juga dituduh pak Jokowi PKI, tapi saya biasa-biasa saja,” balas Jokowi.

Mencoba meredam agar persoalan fitnah memfitnah tidak terus berkembang bebas setelah debat keempat itu, Jokowi pun meminta kepada semua pihak agar lebih mengedepankan narasi dan perilaku yang baik.

“Yang paling penting marilah kita bersama-sama ke depan kita jalankan yang baik, tidak saling hujat, tidak saling menghina, meremehkan dan jelekkan. Yang itu yang saya lihat,” tuturnya.

Jika perilaku dan narasi yang baik digaungkan oleh para elite, setidaknya akan memberikan nilai positif bagi generasi bangsa.

“Kenapa tidak berikan contoh-contoh yang baik bagaimana sopan santun, berkawan dan bersahabat. Sehingga contoh baik kepada anak muda bisa kita berikan,” tutupnya.

[NOE]

Pos terkait