KPU Polisikan Penyebar Hoaks Server KPU Disetting Menangkan Capres 01

  • Whatsapp
arief budiman
Ketua KPU, Arief Budiman saat menjelaskan laporannya di Bareskrim Mabes Polri. [foto : instagram/kpu_ri]

Inisiatifnews – Seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kamis malam tampak mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri di Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kedatangan mereka tersebut bertujuan untuk melaporkan tiga akun pengguna sosial media yang menyebarkan bahwa server KPU telah disetting untuk memenangkan Capres-Cawapres 01 yakni Jokowi-Maruf.

Bacaan Lainnya

“Kami laporkan sekurang-kurangnya ada tiga akun di media sosial. Kemudian juga kami menyampaikan salah satunya alat bukti berupa rekaman video yang beredar itu, dan di dalamnya ada beberapa orang yang menyampaikan beberapa hal yang tidak benar,” kata Ketua KPU, Arief Budiman di kantor Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019) malam.

Kemudian Arief juga menegaskan bahwa upaya hukum yang ditempuh lembaganya itu sebagai salah satu respon aktif KPU untuk menangkal berbagai upaya serangan haoks, tentunya yang bertujuan untuk mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Kami merasa bahwa itu mengganggu kepercayaan publik kepada KPU, yang KPU disebut telah punya server dan men-setting servernya itu untuk memenangkan salah satu paslon,” ujar Arief.

Apalagi dalam rekaman video yang beredar itu, server KPU ada di Singapura dan telah dijebol oleh pihak mereka meskipun ada 7 lapis pengamanannya. Dan terkait dengan itu, Arief menegaskan bahwa server KPU secara fisik ada di Indonesia dan dikelola oleh putra-putri Indonesia sendiri.

“Tidak benar bahwa server KPU di luar negeri. Server di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa sendiri,” sambung dia.

KPU Tak Akan Curang

Kembali lagi Arief juga menegaskan kepada masyarakat luas, bahwa KPU tidak akan curang karena seluruh proses perhitungan surat suaranya dilakukan secara manual. Dan seluruh proses perhitungan surat suara dari tahap demi tahap juga bisa disaksikan dan dimonitor oleh masyarakat luas.

“Hasil pemilu itu diawali dengan proses penghitungan suara dan rekapitulasi dilakukan secara manual, dan berjenjang mulai dari TPS, kemudian rapat pleno terbuka di PPK, rapat pleno terbuka di KPU kabupaten/kota, rapat pleno terbuka di KPU provinsi, serta rekapan terbuka di KPU RI secara nasional,” terang Arief.

Maka jika dilihat dari tahap demi tahapnya, jelas bahwa hasil pemilu pun sebetulnya bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat dari TPS yang ada sebelum sampai data rekapitulasinya diselesaikan oleh KPU.

“Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui lebih dulu oleh publik,” paparnya.

Kemudian selain pengawasan dari TPS karena di sana sudah ada saksi, panitia pengawas (panwas), pemantau, media massa dan masyarakat yang ikut terlibat di TPS, Arief juga menambahkan pengawasan secara massal pun bisa dilihat dengan unggahan foto atau scan form C1 yang juga diunggah di situs resmi KPU.

[NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait