Ikut Memilih Jadi Bukti Milenial Syukur Punya Negara Merdeka

  • Whatsapp
Mahfud MD

Inisiatifnews – Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa kalangan milenial adalah voters yang sangat potensial dalam menentukan arah dan nasib bangsa di masa depan.

Apalagi dikatakan Mahfud, 51 juta pemilih di Pemilu 2019 ini adalah kalangan milenial.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada negara manapun yang tidak butuh milenial. Gak mungkin gak ada. Maka mari kita milih pada tanggal 17 April nanti untuk menentukan siapa wakil kita dan siapa pemimpin bangsa dan negara kita,” kata Mahfud MD saat dialog dengan para influencer di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, bangsa Indonesia termasuk kaum milenial akan merugi sekali ketika tidak ikut menentukan pilihan, apalagi jika sampai yang memimpin Indonesia dan yang duduk di kursi parlemen adalah orang-orang yang tidak merepresentasikan visi dan misi kaum milenial.

“Kalau anda tidak memilih dan lebih pilih jalan-jalan, selain tidak bertanggungjawab ya rugi. Karena memilih atau tidak memilih anda, maka wakil rakyat atau Presiden dan Wakil Presiden akan lahir,” tegasnya.

Ada dua faktor mengapa milenial harus memilih dalam pemilu 2019. Pertama menurut Mahfud adalah rasa syukur kaum muda Indonesia karena dilahirkan dan menjadi bagian dari warga negara yang merdeka.

“Semua warga negara itu harus bersyukur punya negara yang merdeka. Dimana kita bisa tentukan pemimpin kita sendiri. Maka setiap warga negara khususnya milenial harus ikut bertanggungjawab menentukan pilihan,” tutur Mahfud.

Faktor kedua adalah kebijakan yang akan lahir harus sesuai dengan representasi pemilih termasuk kaum milenial itu. Jika sampai anggota legislatif yang terpilih tidak bagian dari representasi mereka maka kebijakan yang akan lahir pun bisa jadi tidak akan mengakomodir kaum milenial itu sendiri.

“Dalam bernegara, anda tidak bisa katakan besok saya untuk menolak kebijakan siapapun pemimpin yang terpilih berdasarkan pemilu karena anda tidak merasa memilih, maka itu tidak bisa,” ujarnya.

“Kalau ingin pikiran-pikiran anda terakomodasi dalam kebijakan, maka pilihlah dan ikut memilihlah orang yang bisa mengakomodir kemauan kita,” imbuhnya.

Sementara bagaimana tips untuk memilih calon pemimpin yang tepat, Mahfud memberikan kuncinya. Yakni dengan memilih mereka yang memiliki track record yang bagus.

“Diantara 2 orang pasti ada yang lebih ideal menurut Anda. Baca track recordnya apakah punya sejarah kelam masa lalu dan sebagainya atau tidak,” papar Mahfud.

Sementara itu untuk caleg, ada yang juga cukup penting perlu dilihat para voters sebelum menentukan pilihan, yakni jangan sampai memilih mereka yang tidak bersedia mengungkapkan profil lengkap mereka. Karena dikhawatirkan ada yang disembunyikan dan tidak bersedia diketahui rakyat dan ini potensial berbahaya jika dipilih.

Lebih lanjut, Mahfud pun akhirnya mengingatkan dan mengajak kembali seluruh rakyat Indonesia dan kaum milenial pada khususnya agar ikut berpartisipasi dalam menentukan arah dan masa depan Indonesia.

“Tanggal 17 jam 17.00 sore sudah akan tahu siapa pemenangnya. Maka anda juga akan menentukan siapa calon yang akan anda pilih nanti,” tutupnya.

[NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait