sufmi dasco ahmad
Waketum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Inisiatifnews – Wakil ketua umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad berharap besar agar di momentum HUT RI ke 47 tanggal 17 Agustus nanti dapat menjadi ajang silaturrahmi nasional para pimpinan dan tokoh nasional.

“Sebentar lagi kan 17 Agustus. Kita harapkan para pemimpin dan tokoh nasional bisa sama-sama memperingati hari kemerdekaan kita,” kata Dasco di Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

space iklan
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Baginya, kontestasi politik sudah selesai, dan saat ini adalah momentum untuk merajut persatuan dan kesatuan, dimana seluruh pihak serta para tokoh politik bersatu bagaimana membangun bangsa Indonesia ke depan lebih baik lagi.

“Kita selesaikan kontestasi, kita sama-sama pikirkan bangsa dan negara dan 17 agustus itu yang bisa kita sama-sama dirayakan oleh para pemimpin yang tadinya saling berkontestasi,” ujarnya.

Baca juga :  PSI Tolak Pin Emas DPRD, Taufik Sewot

“Dan kita mulai arah baru pembangunan indonesia ke depan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Cyrus Network, Hasan Hasbi Batupahat menilai bahwa mayoritas bangsa Indonesia sudah tidak mau lagi berkonflik dengan sesama bangsanya karena persoalan perbedaan politik. Bahkan publik sudah lelah dengan keterbelahan politik yang terjadi sejak tahun 2014 hingga 2019 yang cenderung konstan.

“Kita bisa maknai bahwa publik sudah lelah dengan pembelahan politik dan pembelahan sosial. Dari 2014 sampai 2019 isunya kan masih cenderung konsisten. Misal pakai-pakai isu agama dan Pancasila,” ujar Hasan Hasbi dalam kesempatan yang sama.

Baca juga :  PSI Tolak Pin Emas DPRD, Taufik Sewot

Bagi Hasbi, saat ini bangsa Indonesia sudah harus melihat ke arah depan yang lebih jauh lagi. Bagaimana saat ini persaingan global semakin menguat antara negara satu dengan negara yang lainnya. Sehingga ia khawatir ketika bangsa Indonesia masih berkutat dengan persoalan agama dan Pancasila saja, Indonesia di mata dunia tidak akan kemana-mana.

“PR bangsa ini banyak. Kalau kita bergulat pada hal-hal seperti itu terus maka pemerintahan tidak akan berbuat banyak karena kita masih sibuk dengan sesuatu yang non-pembangunan,” tuturnya.

“Kita berhadapan dengan negara asing yamg bersaing pada kemajuan bangsa dan negara mereka, tapinkita malah terus side-back ke belakang,” imbuhnya. []

space iklan