Mahfud MD

Inisiatifnews – Sebuah link berita dan video yang dipotong-potong dimodifikasi dengan narasi menyesatkan, viral di berbagai media sosial. Isinya pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD yang direkayasa seolah menyudutkan pemerintah.

Video rekayasa yang tidak kontekstual, dibumbui dengan pelintiran ini beredar sangat sistematis, masif, dan berantai. Dalam link dan video yang menyesatkan ini, seolah-olah Mahfud MD menggelorakan semangat perlawanan untuk mencopot Jokowi dari Presiden. 

Para pelaku yang tak bertanggung jawab ini mengombinasikan video potongan pernyataan Mahfud MD dalam sebuah acara talkshow beberapa tahun lalu, dengan kicauan Mahfud belum lama ini di akun Twitter-nya 20 September kemarin.

“Pemimpin kita ribuan. Ada yang dzalim, ada yang korup, ada yang baik dan bersih. Rakyat kita juga jutaan, ada yang baik, ada yang jahat. Makanya ada hukum untuk mengatur dan menjamin dan melindungi hak masing-masing orang, rakyat atau pejabat. Semua akan datang balasannya. itu ajaran agama,” begitu bunyi cuitan Mahfud yang dicomot untuk narasi menyesatkan tersebut.

Baca juga :  Berkemeja Putih, Mahfud MD Ke Istana

Tak hanya di media sosial, berita hoaks ini juga meluas ke grup-grup perpesanan WhatsApp dan diduga sengaja disebarkan bersamaan dengan momentum sejumlah aksi berantai di beberapa daerah dan disisipkan di media sosial lewat perang tagar yang semakin keras.

Memanggapi hal tersebut, Mahfud MD menyampaikan klarifikasi. Soal kicauan di Twitter, Mahfud menegaskan, memang tak dapat dibantah, ada ribuan pemimpin dari pusat hingga ke daerah dan dari legislatif, eksekutif, dan yudikatif yang beragam perangainya. 

“Dan di antara mereka ada yang dzolim, buktinya masuk penjara, dan ada yang baik buktinya bersih dari kasus. Sebaliknya di tengah-tengah jutaan rakyat juga ada yang jahat dan ada yang tidak jahat. Pejabat atau rakyat sama saja, akan mendapat balasannya. Jadi di mana masalahnya?,” ungkap Mahfud kepada wartawan, Senin (23/09/2019).

Baca juga :  Mahfud Diminta Jadi Menteri Jokowi

Sementara soal potongan video, kata Mahfud, video tersebut adalah rekaman pernyataan dirinya di Hari Ulang Tahun Indonesia Lawyer Club (ILC). 

“Itu sekitar tahun 2016 atau 2017. Saya bilang pejabat kalau sudah tidak percaya rakyat menurut Tap MPR Nomor VI harus mundur. Itu dulu karena Ketua Lembaga Negara yang di-OTT KPK tak mau mundur, katanya karena belum ada vonis pengadilan,” terangnya.

Mahfud pun menyesalkan rekayasa berita lewat potongan video dan narasi tentang dirinya yang sengaja dibuat untuk sesuatu yang tidak kontekstual. (INI)

Berikut adalah video utuhnya di acara ILC :

space iklan