Bincang Seru Mahfud di IPB, Milenial Hindari Ujaran Kebencian

  • Whatsapp
20191015 171019
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD mengingatkan pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi kaum milenial. Sebab, dengan bekal pehamanan nilai Pancasila ini, kaum milenial dapat mengatasi tantangan utama mereka saat ini, yakni penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud di depan ribuan mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB) saat menjadi keynote speaker dalam acara bertajuk Bincang Seru Mahfud, Inspirasi, Kreasi dan Pancasila ini berlangsung di Graha Widya Wisuda IPB, Bogor, Senin (14/10/2019).

Bacaan Lainnya

Rektor IPB Dr Arif Satria membuka acara yang dihadiri ribuan mahasiswa dan kaum milenial dari berbagai elemen Kota Bogor itu. Selain Mahfud, hadir musisi Addie MS dan sejumlah Stand Up Comedian seperti Arie Kriting, Akbar, dan Cak Lontong, serta sejumlah narasumber lainnya.

Soal berita hoaks dan ujaran kebencian, Mahfud mencontohkan kasus yang menimpa Menkopolhukam Wiranto. Dia heran ada orang yang menyebut peristiwa penusukan tersebut adalah rekayasa. Inilah salah satu contoh ujaran kebencian yang bisa dituntut ke ranah hukum.

“Ujaran kebencian adalah setiap tindakan, ucapan, atau sikap yang melanggar martabat atau derajat kemanusiaan orang lain, sehingga orang yang terkena ujaran kebencian itu merasa terdiskriminasi. Pak Wiranto bisa disebut sebagai contoh kasus ujaran kebencian,” ungkap Mahfud.

Masyarakat Indonesia, terutama kaum milenial, imbau Mahfud, harus sungguh-sungguh agar mencapai Indonesia emas tahun 2045.

Anggota Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) ini juga ngomongin pentingnya pembaruan pemahaman Pancasila pada generasi milenial. Menurut Mahfud, perlu penafsiran kontemporer terhadap generasi milenial tentang ideologi bangsa, Pancasila. Khususnya sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Perbedaan pilihan dalam beragama jangan sampai menjadi penghalang membangun tali persaudaraan sebagai sesama manusia dan sesama anak bangsa.

Acara yang lahir berkat kerjasama IPB dan MMD Initiative berlangsung meriah dan interaktif. Ribuan mahasiswa antusias. Yang hadir pun membludak hingga di luar arena.

Lima Komitmen Kebangssaan IPB

Pada acara tersebut, keluarga IPB mendeklarasikan Komitmen Kebangsaan. Komitmen Kebangsaan ditandatangani oleh Rektor IPB Dr Arif Satria, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Ketua Senat Akademik (SA), Ketua Dewan Guru Besar (DGB), Ketua Himpunan Alumni IPB dan Presiden Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (KM) IPB University. Penandatanganan komitmen kebangsaan disaksikan oleh Anggota Dewan Pengarah BPIP Prof Mahfud MD dan ribuan mahasiswa IPB.

“IPB meneguhkan komitmen jati diri sebagai rumah kebhinekaan. IPB tidak memberi ruang untuk paham yang bertentangan dengan Pancasila,” tegas Rektor Arif Satria.

20191015 170818

Diungkapkannya, selama ini kampus telah melakukan aksi-aksi nyata untuk merawat keberagaman. Mahasiswa IPB juga berasal dari 34 provinsi di Indonesia dan saling menghormati perbedaan serta fokus dengan inovasi-inovasi. Asrama mahasiswa IPB juga sebagai tempat untuk membangun komunikasi lintas budaya yang dapat merekatkan antar anak bangsa.

“Jangan pertanyakan lagi komitmen IPB untuk merawat kebangsaan, IPB solid untuk terus maju membangun Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila,” tandasnya.

Berikut lima Komitmen Kebangsaan yang ditandatangani bersama.

Pertama, IPB bertekad untuk terus menjaga jati dirinya sebagai rumah kebhinekaan bagi setiap insan akademik yang bernaung di bawah IPB.

Kedua, IPB tidak memberikan ruang sedikit pun untuk berkembangnya paham, pemikiran dan aliran terlarang, serta radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang dapat mengancam tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketiga, menyerukan kepada seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan IPB untuk fokus pada pengembangan kegiatan tridharma dan menghasilkan karya-karya inovatif untuk kejayaan bangsa dan negara.

Keempat, menyerukan kepada seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan dan alumni IPB agar bersatu padu dan terus memupuk kebersamaan dan memberikan sumbangsih bagi kejayaan bangsa Indonesia melalui bidang kerja yang ditekuni.

Kelima, menegakkan peraturan perundangan yang berlaku dan peraturan-peraturan di IPB bagi sivitas akademika dan tenaga kependidkan secara konsisten, serta memberikan sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku kepada siapa pun yang melakukan pelanggaran.

Mahfud MD pun sangat mengapresiasi komitmen kebangsaan yang diserukan segenap civitas akademika IPB. “Ada yang bilang IPB kampus radikal. Itu pencemaran nama baik, bahkan fitnah,” tegasnya. (FMM)

Pos terkait