Tokoh Suluh Kebangsaan Kumpul di Rumah Dinas Mahfud, Bahas Pemberantasan Korupsi Hingga Deradikalisasi

  • Whatsapp
20200117 224821

Inisiatifnews – Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan bertandang ke Rumah Dinas Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Jumat (17/01/2020) malam.

Hadir dalam pertemuan tersebut Quraish Sihab, Alwi Shihab, Romo Magnis Suseno, Imam Prasodjo, Sekjen Gerakan Suluh Kebangsaan Alissa Wahid dan sejumlah tokoh lainnya.

Bacaan Lainnya

Mahfud MD mengatakan, pertemuan tokoh-tokoh bangsa ini membahas perkembangan demokrasi, deradikalisasi hingga penegakkan hukum khususnya pemberantasan korupsi.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyebut, pemerintah butuh masukan dari berbagai pihak terkait penegakkan hukum hingga deradikalisasi.

“Visi pemerintah ingin membuat negara baik, itu jangan diragukan, Saya tahu persis. Misalnya soal pemberantasam korupsi, Presiden Jokowi sangat tegas. Gebuk koruptor, inefeisiensi, serta deradikalisasi. Ini tidak mudah dan terus berproses, sehingga harus bersabar menunggu hasilnya,” kata Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.

Sedangkan Quraish Sihab lebih menekankan persoalan ideologi bangsa yang mesti terus dipertahankan. Dia menerangkan, Gerakan Suluh Kebangsaan ini sebisa mungkin membantu pemerintah menyiarkan pemahaman bahwa ideologi Pancasila itu sudah final. Pancasila sebagai kesepakatan founding fathers tak dapat diganggu gugat oleh ideologi apapun dan darimanapun.

“Ini yang kita hindari dan kita ingin imbau agar semua sepakat pada kesepakatan kita sebagai bangsa, ideologi kita adalah Pancasila,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Romo Magnis Suseno menilai, rasa toleransi penting dijunjung tinggi di tengah kasus-kasus intoleransi semakin meningkat.

“Ada kasus-kasus intoleransi yang kita sayangkan. Tetapi pada garis besar, toleransi Indonesia itu sudah baik. Misalkan umat saya Kristiani itu bisa hidup dan berkomunikasi dan beribadah di mana-mana, tidak ada rasa takut ada kebebasan. Jadi sebenarnya Indonesia masih sangat bagus dalam hal toleransi,” nilai Romo Magnis.

Romo Magnis berharap, kehidupan toleransi yang sudah baik itu terus dijaga oleh masyarakat. Ini demi kedamaian dan persatuan di Indonesia. “Jangan biarkan kasus intoleransi meningkat. Umat harus saling menerima dan saling menghormati,” harapnya. (FMM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait