Mahfud MD
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menko Polhukam, Mahfud MD menyatakan bahwa dirinya sangat menentang keras adanya narasi dan asumsi bahwa Indonesia ada istilah Islamophobia. Menurutnya, tidak benar termasuk pemerintah mengalami Islamophobia.

“Saya menolak keras kalau ada orang mengatakan, di Indonesia ini ada Islamophobia, di mana orang islam didiskreditkan,” kata Mahfud dalam sebuah sesi talkshow di televisi swasta, Selasa (11/2/2020).

Dijelaskan Mahfud, bahwa dalam Islamophobia adalah sebuah konsep di mana pemerintah takut dan benci terhadap umat Islam, sementara umat Islam sendiri takut dan malu mengakui bahwa dirinya beragama Islam. Maka dalam konsep Islamophobia itu umat Islam akan menjalankan syariatnya dengan cara sembunyi-sembunyi karena rasa takut dan malu itu. Sementara itu, pemerintahnya justru akan menekan keberadaan mereka karena rasa takut dan benci tersebut.

Dan jika ditilik di dalam penjelasan tersebut, Mahfud menyebutkan bahwa konsep Islamophobia sejatinya tidak ada di Indonesia untuk saat ini.

“Pemerintah ndak punya program anti Islam, pemerintahnya ya sholat juga dan tidak malu dan tidak takut, rakyatnya juga biasa sekarang dan sudah masuk ke berbagai institusi-institusi melalui kontestasi yang wajar,” jelas Mahfud.

Baca juga :  Ini Gejala Hancurnya Negara Menurut Mahfud MD, Indonesia Kudu Wasapda

Kemudian, Mahfud juga menyatakan bahwa para pemimpin Indonesia juga mayoritas beragama Islam. Dan mereka pun juga tidak pernah merasa malu dan takut dengan Keislaman mereka, termasuk di dalamnya menjalankan syariat-syariat agamanya seperti sholat dan sebagainya.

Dan jika melihat keislaman Presiden Joko Widodo sendiri pun, Mahfud yang saat ini menjadi salah satu jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju memberikan kesaksian bahwa orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut rajin sholat.

Bahkan dalam suatu waktu pertemuan internasional dengan para kepala negara, Presiden Joko Widodo ijin undur diri dari forum untuk melaksanakan sholat, sementara untuk kesempatan itu dirinya yang menggantikan posisi Presiden mewakili Pemerintah Indoesia di forum yang digelar di Bangkok tersebut.

“Ada di KTT ASEAN, waktu sedang ramai begini antar kepala negara itu, dia (Presiden) pamit (untuk) sholat sebentar,” jelasnya.

Dan dalam kondisi itu pun, Mahfud menyatakan jika Presiden Joko Widodo tidak merasa takut dan malu dengan jati diri keislamannya itu. Bahkan ia juga menyebut jika dalam pengambilan kebijakan, pemerintah pusat pun tak ada yang bertujuan untuk memerangi Islam.

Baca juga :  Mahfud MD : Ubah UU Pakai Perppu Bisa, Pakai PP atau Perpres Tidak Bisa

“Jadi menurut saya, istilah-istilah Islamophobia itu hanya persaingain politik yang dibuat-buat yang sebenarnya kalau dia jadi memimpin ya melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengajak kepada semua stakeholder untuk tidak lagi menggunakan narasi-narasi politik identitas. Jika ingin bersaing di dalam perebutan kekuasaan politik, agar mengedepankan program-program yang ditawarkan, bukan hanya sekedar sentimen agama, suku, ras dan antar golongan lagi.

“Pokoknya mari adu program saja. Seperti tadi, apakah pendekatannya mau menggunakan Pak Jokowi yang populisme dan Pak Prabowo yang strukturalisme, gitu aja lalu rakyat mau memilih yang mana, bukan agamanya apa ini lebih banyak didukung oleh kelompok agama ini agama itu dan sebagainya,” tutur Mahfud. [NOE]

Video dikutip dari ILC TV One :

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia