Hadapi Pandemi Covid-19

Menko Polhukam: Pemerintah Pusat dan Daerah Sudah Kompak

  • Whatsapp
IMG 20200317 WA0093
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com. Sejumlah pihak terus mendesak dilakukan karantina wilayah pads zona merah Covid-19 seperti di Ibu Kota Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerangkan, Peraturan Pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB), telah mencakup karantina wilayah.

Bacaan Lainnya

“Jadi ada yang bersuara-suara soal karantina, ada bersuara soal lockdown, sudah tertampung di situ (PSBB) semua,” kata Mahfud dalam keterangan video yang diterima Inisiatifnews.com, Rabu (01/04/2020).

Mahfud menyatakan, melalui PSBB, Pemerintah Daerah diberi keleluasaan untuk bergerak di dalam kebijakan itu. Hanya saja, dengan ritme kekompakan dengan pemerintah pusat.

Ia menegaskan, selama ini pun sebenarnya pemerintah daerah dan pemerintah pusat sudah kompak. Namun, Mahfud MD mengungkapkan, masih ada masyarakat yang menarasikan dan menafsirkannya secara berbeda.

“Setiap hari kami selalu koordinasi dengan gubernur, dalam dua hari ini kami empat kali sudah rapat dengan gubernur dan efektif. Semua menyatakan ada di dalam satu komando sehingga, nggak usah terpancing seakan-akan ada pertentangan antara pusat dan daerah,” imbau Mahfud.

PSBB, kata Mahfud, adalah strategi yang dipilih pemerintah, setelah resmi menetapkan status darurat kesehatan, akibat pandemi corona Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi meneken Keputusan Presiden tentang darurat kesehatan tersebut. PSBB ini diharapkan dapat membatasi pergerakan masyarakat, agar penyebaran virus corona Covid-19 ini tak semakin meluas.

Diketahui sejumlah daerah sudah lebih dulu melakukan karantina wilayah sebelum Keppres dan PP itu dikeluarkan Jokowi. Mulai dari Tegal hingga Papua.

Mahfud kembali menegaskan, tak ada masalah antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani penyebaran Covid-19 selama ini.

Mahfud menegaskan, sejak awal pemerintah pusat dan pemerintah daerah kompak menghadapi pandemi yang kini telah menjangkiti lebih dari seribu orang itu.

“Jangan mencoba berpikir pemerintah daerah dan pemerintah pusat itu tidak kompak, selama ini sudah kompak,” tandasnya. (FMB)

Pos terkait